Langsung ke konten utama

Postingan

Surat Dari Orang Jauh

Buat Kekasih Jiwaku - VYV Malam itu tiada salahmu atas pelarianku. Kuputus sendiri yang kulalukan. Tengah malam aku bergumul hingga tubuhku menemukkan jalannya. Suatu waktu aku pasti akan karam-rupanya sudah tiba kini. *** Ada jarak yang tak bisa dikayuh -kekasihku. Kalau perahu sudah angkat sauh hanya angin yang bisa menghantarnya kembali. Semakin jauh, semakin semuanya diluar kendali. Padahal keinginanku untuk kembali sama besarnya dengan meneruskan perjalanan. Tapi sudah kamu tahu ini jauh hari sebelumnya. Sejak pertama kali kamu tuntun aku bermain pasir hingga ombak ditepian pantai. Ketika aku mulai bersahabat dengan laut. Kemudian kamu menghalau segalanya. Dari jendela kecil depan kamar kulihat biru laut dari jauh, ku raih raih lembab dan bau asam garam. Orang lalu lalang menuju dermaga, layar datang dan pergi tapi tak diperbolehkan lagi aku bermain disana. Padahal sudah kau dapati bintang di awang-awang pikiran kanakku. Masih kau tolak redupnya. *** Ada juga lid...

Sampai Waktu Memutuskan

"Apakah sumber kesedihan itu?" "Semua yang sudah ditumbuhkan oleh waktu itu sendiri" katanya.  Dari atom, hingga organisme. Dari tiada menjadi bentuk. Dari ego berubah superego. Dari marah menjadi mimpi. Sampai seorang bisa berdiri dan kemudian berlari. Lalu datang orang menebangnya. Memetik kuncup yang sedetik lagi mekar. Lupa bagaimana waktu menjaga dan merawatnya. Mengamputasi segala yang menopang kehidupan. Kamu akan meradang. Sakit melampaui segalanya. Melihat yang roboh-terkulai dan kehilangan waktu untuk berkembang kembali. Menyaksikan jiwamu dikerumuni penyakit dan taktersembuhkan lagi. Mentalmu kehilangan gairahnya untuk bahagia.  Sampai waktu memutuskan. Kamu cuma perlu terus merawat sumber sukacitamu. Segala muasal darimananya hidup berdasar. Bunga kecil dihatiku kujaga siang dan malam. Padanya kuserahkan daya hidupku. Seluruhnya. Supaya pagi ku beralasan untuk diperjuangkan. Supaya malam-malamku nyaman untuk ditiduri. ...

Mimpi ini sangat aneh.

Mimpi pertama. Seorang wanita, belum tua, ditembak 3 senti kekiri dari lubang pusarnya. Segera setelah peluru menembus kulit jaket hitam yang dipakainya, tubuhnya membungkuk kemudian mundur beberapa langkah. Dari matanya terlihat dia kaget juga ketakutan, penembaknya juga terlihat kaget. Seperti patung batu yang didorong, wanita itu kemudian roboh.  Tiba-tiba mimpinya berubah.  Mimpi kedua.  Samar-samar seorang anak kira-kira 4 tahun berbadan gempal sedang memegang senjata mainan. Dia memegangnya erat, dan dengan benar. Dia berlari ke arah seorang wanita, kemudian menusukkan moncong senjata mainannya ke bokong wanita itu berulang ulang sambil berseru "dor dor dor" wanita itu kemudian menjatuhkan diri ke sofa kemudian pura-pura mati. Anak itu kemudian berseru "Ma" sambil memukul paha wanita itu. Keduanya kemudian tertawa.  Kemudian.  Mimpi ketiga. Dalam tidur nya, dia bermimpi; melihat seorang pemuda berbadan tegap dan rambut cepak. Pemu...

Did You Get My Point Bob?

"Men! Coba ya, betapa lucu kita ini diwaktu-waktu tertentu" "Tapi tunggu, maksudku hanya berlaku pada orang-orang dengan hubungan tertentu juga, tentu saja, paham maksud gue kan?" "Haha, keep goin dude, gausah muter-muter ma gue, gue tau kok" Aku tahu. Kita telah berteman lama, dan selalu mulutku memang lebih banyak bicara daripada kalian-kalian. Mungkin itu yang menjauhkan kita dari perpisahan; aku yang doyan bicara apalagi ketika mabuk, dan kalian yang hobi mendengar. Aku pun melanjutkan; "Ya, ingat Arya yang gue ceritain tempo hari? Anak kurus samping kontrakan?" "ya, ibu nya yang semok itu kan?" Bobby seringai mengejek. "Haha yaya memang. Tapi bukan hendak menceritakan itu, memang pernah, kelihatannya dia menggodaku tapi sudah lah. Skip. Ini hal yang lucu. "Baiklah silahkan dilanjutkan" "Ingat jaman kita kuliah? hmm 8-9 tahun yang lalu? Kita selalu terpesona bahkan jatuh cinta dengan hal-hal yang b...

Arya

 *** Arya. Tersengal-sengal dia mengumpat “Anjing Lo!” Masih dalam mode itu, pipinya yang cekung kembang kempis, dan terlihat berminyak karena lelehan air mata, menguncang-guncang badannya. Kita semua tahu menangis adalah pangkal pemberontakkan. Namun pemberontakan jenis apa yang bisa dilakukan bocah setinggi gagang pintu, dan kurang makan daging itu, kita juga tahu. Mula-mula Arya berdiri di depan pintu, masih dengan gaya kejang-kejang, sendalnya ditarik-tarik mengamplas lantai semen yang tidak rata itu-menciptakan bunyi yang bikin pilu. Dia mempertahankan jarak dari ibu nya sendiri, orang yang dia waspadai, tahu apa yang mampu wanita itu perbuat padanya. Dia hanya perlu mencari perhatian dengan cara yang baru supaya pemberontakkannya di sabtu pagi ini dapat didengar. Caranya harus aman, harus aman. Antara membuat jengkel namun tidak terlampau memicu amarah ibunya. Arya malang! Sesungguhnya ingin dibujuk, dipeluk, dan disayang, juga segelas minuman Jelly. Dia tahu ibu n...

Mahkluk Hasrat

Selalu ada yang mengintip dibalik pintu; hasrat. Benang yang tak habis digulung, lelah yang tak pernah habis merundung. ambisi yang selalu berahi; memangsa manusia yang mengira buah kuldi lagi satan dibalik kesengsaraannya. Cipayung Juli 2019

Bintang Fajar

Aku ini jiwa yang tergesah-gesah dalam perjalananan. Tidak sampai padamu lebih mengerikan dari jatuh sepi atau mati ditangan perampok lapar. Aku ini penunggang angin dan gelombang; terbang dengan sayap bernama mimpi.  Sudah lama aku menanti dirimu; bintang timur; cahaya yang mendahului fajar.  Aku mencintaimu seperti mencintai kehidupan. Penuh khidmat dan napsu; harapan juga putus asa; rindu yang menegangkan; pucuk kebahagian yang sedang mekar.  Cipayung Juli 2019