Setelah gelap, jujur menjadi detak per detik Malam pasti datang menagih keluh yang tidak mungkin diterangkan fajar. Siang jelas mencerminkan semua. Mata meski bukan matahati. Suara meski bukan suarahati. Perkataan meski kebohongan. Serta digadaikannya kemanusiaan. Siapa yang bisa menangkap air mata sekarang? Melihat jiwa yang sudah dirusak daging? Serta hati yang cinta kasihnya sudah pudar? Malam berbicara, gelap menyuluh kisah kisah tentang ciptaan yang telah lupa saudara terus mengembara mencari arah mencari apasaja yang entah untuk apa dan buat siapa. Tidak tahu dimana tepinya Sepertinya dikerusuhan berikutnya. Yogyakarta Juni 2014