Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2014

Melawan Atau Pindah Negara

Negeri Bisik - bisik Bisik - bisik. Sindrom ini terjadi diseantero negeri ini. Fenomena membicarakan sesuatu secara diam - diam telah disepakati sebagai cara yang paling aman. Bagi pejabat paling aman kalau rencana perjalanan dinas/studi banding/workshop/proyek dan sejenisnya dirahasiakan dari publik. Bagi masyarakat biasa, paling aman memprotes kebijakan pemerintah adalah diwarung, perempatan, dimana saja asal tidak ketahuan polisi. Mahasiswa pun sama, paling nyaman membicarakan dosen, metode balajarnya yang membosankan, regulasi kampus yang terlalu memberatkan adalah setelah kelas bubar lalu nongkrong di taman, kantin, atau di kosan. Fenomena ini jelas mencerminkan adanya rasa enggan, tepatnya ketakutan untuk berterus terang. Di negeri ini pemerintah menyembuyikan sesuatu dari masyarakatnya. Di kampus mahasiswa merahasiakan protesnya dari dosen dan universitasnya. Ada apa dengan berterus terang dan menyampaikannya secara langsung. Masuk akal, jika hal yang dirahasiakan adalah su...
Kalau Nanti Aku Melamarmu Kalau nanti aku melamar mu, ini yang akan kukatakan ; Tapi Sebelumnya aku berharap kita sedang berada dalam sebuah perjalanan. Perjalanan yang cukup jauh dari kota Jogja, cukup jauh dari semua masalah kita disana. Ya, aku ingin kita ada di danau Taman Hidup Argopuro saat ini. Sekitaran jam 4 sore harapanku kita sudah sampai disana. Tapi. Berdua saja. Aku ingin perjalanan ini kita rahasiakan. Mama ku tidak tahu begitu juga mama mu. Nanti, di sekitar danau ada padang rumput yang cukup luas. Kita mendirikan tenda disana. Aku punya susu kaleng buat mu. Kesukaan mu bukan? Aku mau melihatmu menghembuskan lelah dengan meminumnya begitu kita tiba nanti. Aku punya tenda yang baru juga, kusiapkan khusus untuk perjalanan kita ini. Warnanya kuning, harapanku kamu bisa lebih nyaman tidur didalamnya. Memasangnya cukup rumit, aku ingin melihat kita berdua mendirikannya bersama. Kau membantuku memegang, merangkainya framenya dan membentuknya, menahanny...

Tempat Paling Berbahaya

tempat dimana semua hal bisa tumbuh, cinta atau benci. tempat dimana semua hal diolah dan keputusan dibuat, membunuh atau menyayangi. tempat paling gelap, tak terlihat, tak bisa disentuh, tak bisa dihentikan, tak bisa dibunuh. tempat ini butuh benih kasih dan kebijaksanaan. tempat ini sangat berbahaya. karena di tempat ini masa depan dilahirkan. Yogyakarta September 2014