Setelah berpikir, kukirim pesan kepada seseorang. Padanya, waktu hidupku tertambat. Supaya sebisanya meluangkan waktu untuk bertemu. Maaf, malam ini belum bisa. Bagaimana besok? Pesan akhirnya dibalas. * Sahabatku, dua orang sedang meradang. Kemarin kubaca artikel judulnya "lepas dari depresi" dengan harapan mencerahkan. Ternyata isinya sampah. Penulis adalah orang bodoh yang merasa bijak dan baik, begitu yang kudapat dari beberapa argumen sebrono "depresi bisa kita atasi dengan berpikiran positiv" atau depresi itu muncul dari pikiran kita". Sampai disitu dia masih kuanggap sembrono. Artikelnya menjadi sampah ketika dia bersabda, "berpikir positiv lah", "ayo optimis", "sayangi hidupmu", "depresi tidak nyata". Belum lama, temanku Dante menggantung sebuah kertas karton dengan tulisan "saya ingin sembuh". Itu setelah seorang psikiater menyarakannya bersama resep obat anti-depresan. Bukan untuk menyem...