Di ujung jalan hanya ada satu pilihan Hilang Mati rasa kemudian masuk mengendap Menjadi satu dengan bumi dan dilupakan Tapi belasan tahun di jalan panjang ini Nasib memang ada ditangan waktu Bisa kapan saja kita terlepas Pulang (kata agamawan) Dan sampai saya melawan, saya masih bernafas untuk kesekian kali saya yakinkan Bahwa hari – hari kemarin menimbulkan penolakkan Dan kejadian – kejadian mengeramkan tekad Bahwa hilang bukan akhir dari jalan saya Dan sepenuh hati saya menolak mati Membenci semua kepasrahan dan Semua kesempatan tanpa ambisi membara – bara Saya ingin mengambang dengan angin malam Beristirahat pada lautan teduh malam purnama Lalu menjelang pagi, membakar asa untuk melawan hari Di medan yang ditakdirkan ini Saya ketemukan jiwa, semangat, dan rumah Jiwa yang gerah mendambahkan langit bebas Semangat yang mesti dilampiaskan Dan rumah tempat pledoi – pledoi dilahirkan Bahwa langit menjadi tujuan Dan laut menjadi impian Dimana kenyataan dite...