Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2018

Aku Wati dan Pak Mande

Kubiarkan diri ku bersandar sambil berharap tertidur. Tapi lantai ini begitu keras, lampu diatas menyilaukan, belum lagi hawa panas seperti ada oven sedang memanggang kue kering disampingku. Tidak ada yang beres, tidak dipikiran, tidak dikamar, ruangan satu-satunya yang kumiliki dengan barang-barang berserakan coba kuabaikan. Tak bisa kuurut bagaimana rasa bersyukur ini menyeruak. Tak kubayangkan kemana akan kuletakkan tubuh dan barang-barang ini kalau hujan atau malam datang. Pasti akan dicuri orang, padahal tak ada yang berharga baginya. Belum lagi buku-buku ku akan basah, tahu apa hujan soal isinya. Pak Mande cukup bermurah hati bahkan sangat. Dibiarkan aku tinggal di salah satu rumah petaknya. Cukup luas dengan 3 bilik, dan satu kamar mandi. Aku tahu hidupnya kaya, dua mobil terpakir digarasinya, rumahnya tinggi dan megah, tak masalah baginya kalau aku sering telat bayar setoran bulanan. Tidak di Jakarta, dikota manapun orang dapat mati jika tak punya kawan atau ken...

Surat Untuk Ode

Pada detik ini anggaplah kita sama. (Dalam hal yang kita rasakan). Dengan sekuat-kuatnya aku berusaha menggunakan kalimat-kalimat yang bisa dipahami. Intinya supaya kita sama dan terutama saling memahami. Kita semua pernah mengalami, paling tidak melewati masa yang sama meski beda tempat. Apakah itu jadi perbedaan penting? Tentu tidak. Paling tidak kita semua pernah berimajinasi untuk menjadi sama bukan? Supaya semua orang saling memahami? Indah bukan? Aku gemar berpikir bahwa aku bukan normal. Ada hal yang dimiliki cuma olehku tidak oleh semua yang lain. Ada alasan yang cuma milikku seorang, ada semangat, dan kepedihan yang punya milikku seorang. Aku tak tahu persis apa itu, tapi aku tetap saja senang mengaku berbeda. Setelah dipikir-pikir mungkin aku tak punya sesuatu yang orginal hanya saja orang-orang lain yang berbeda. Ada hal yang kulalui dan mereka tidak, ada hal yang kuketahui dan orang lain tidak. Bukan masalah apa yang dipikirkan orang lain. Berpikir orang lain ti...

Monopoli Informasi

Banyak sekali perdebatan dalam masyarakat lantaran ketidaksepahaman tentang sesuatu. Anarkisme misalnya. Sebagian akan hanya akan merujuk pada aksi-aksi demonstrasi ataupun pengrusakan properti dalam menjelaskan anarkisme itu. Sebagian lagi tidak sepaham lantaran dalam pengertiannya anarkisme adalah sebuah ide tentang suatu masyarakat yang hidup tanpa diskriminasi dan memegang teguh prinsip keadilan. Pada perbedaan pendapat ini, tidak ada pihak yang dapat disalahkan atas dasar mereka keliru. Setiap pihak memiliki informasi dan pengetahuan berbeda akan anarkisme, sehingga definisi mereka tentang hal itu tentu berbeda.                 Sumber informasi pada era ini mejadi sangat penting. Informasi yang beredar adalah sumber dari segala yang dipahami masyarakat soal sesuatu. Mayoritas masyarakat Indonesia mendefinisikan sesuatu berdasarkan apa yang mereka lihat dan dengar. Sangat jarang orang mengkonsumsi informa...