Kala hari hendak benderang anjing – anjing liar meronta – ronta Memohon air yang telah lama ditelan pagi Erangan sepanjang terang terus menerus sampai serak Sampai urat menyembul kerongkongan nak mencapai sadar yang terendapkan Dia Enggan menengok sosok mimpi yang kering terlentang lunsiang ini Pagi seharusnya kita pergi bermodal mimpi mencari hidup sendiri Sampai tubuh tak kuat lagi memikul mimpi yang hendak kita bawa ke bumi Tapi sekarang kita diberi cita yang bukan mimpi kita dan dipaksa mencintai Dicambuk waktu demi siksa yang tidak kita nikmati piluh – piluhnya Mentari membawa titah kesuksesan membuat semua berlomba bersikutan Lupa menoleh pada binatang – binatang cinta yang sekarang menjadi buas Kau mengunci aku dan berjalan melawan mimpi yang kita kuduskan dulu Mengarah rakus ke sungai materi mencakar mereka yang berdiri berliur Sekarang kita sama – sama hewan Kamu yang hidup di siang hari bertengkar dalam sebuah sistem mekanis fajar - senja Dan aku di ...