Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2012

Binatang Hidup

Kala hari hendak benderang anjing – anjing liar meronta – ronta Memohon air yang telah lama ditelan pagi Erangan sepanjang terang terus menerus sampai serak Sampai urat menyembul kerongkongan nak mencapai sadar yang terendapkan Dia Enggan menengok sosok mimpi yang kering terlentang lunsiang ini Pagi seharusnya kita pergi bermodal mimpi mencari hidup sendiri Sampai tubuh tak kuat lagi memikul mimpi yang hendak kita bawa ke bumi Tapi sekarang kita diberi cita yang bukan mimpi kita dan dipaksa mencintai Dicambuk waktu demi siksa yang tidak kita nikmati piluh – piluhnya Mentari membawa titah kesuksesan membuat semua berlomba bersikutan Lupa menoleh pada binatang – binatang cinta yang sekarang menjadi buas Kau mengunci aku dan berjalan melawan mimpi yang kita kuduskan dulu Mengarah rakus ke sungai materi mencakar mereka yang berdiri berliur Sekarang kita sama – sama hewan Kamu yang hidup di siang hari bertengkar dalam sebuah sistem mekanis fajar - senja Dan aku di ...

Realisme Politik; Sebuah Kebenaran yang Memilukan

Sebuah tinjauan sejarah Sejak peradaban manusia di mulai, sejak itu juga manusia mulai belajar. Mulai dari peradaban yang primitif sampai modern manusia terus belajar. Manusia mulai mempelajari gerak – gerik alam dan mulai mengkonsepsikan semua yang dia lihat dan rasakan. Dari situ manusia menghasilkan kebudayaan yang nantinya terus menerus berkembang sampai sekarang. Kebudayaan yang lebih modern pun tercipta saat manusia mulai berpikir tentang hakikat dirinya sendiri dan menghasilkan perncerahan – pencerahan yang dahsyat dan membuka jalan manusia meninggalkan kebudayaan kuno menuju modern. Kejadian – kejadian penting pun banyak terukir dalam sejarah peradaban manusia. Dan kisah Kain dan Habil adalah kisah pembunuhan pertama manusia. Sekaligus menjadi awal kesadaran akan potensi kekejaman yang dimiliki manusia. Yang pada akhirnya seiring dengan berjalannya waktu potensi percecokan ini berubah menjadi konflik yang lebih besar yakni perang dan akhirnya berkembang sampai ke penakluka...

LAHIR BERARTI MATI

Waktu selalu menguasai hidup dia tak pernah sekalipun berhenti sampai kita terhenti dan entah kemana Dia menyereduk segalanya yang menyenangkan dia rebut menggantinya dengan kenangan Ia dalil yang tak adil yang paling menakutkan dari keberadaan kita Dia dilupakan kala senang ikut terabaikan karena cita – cita dan di penghabisan dia tertawa Dia seakan melambat kala sengsara ada menyamarkan diri dengan keadaan dan di ujung penyesalan dia menampakan diri Dia yang paling licik mengantar kita ke puncak kejayaan untuk kemudian di enyahkan Dia meminjam takdir dan cinta menghidupkan kita dibumi untuk kemudian di hanguskan Semua usaha manusia tidak berarti saat hari raga di tinggal jiwa dan dia menjadi ukiran pengingat di nisan Apa daya manusia saat semua peradaban menjadi puing sejarah yang olehnya dibawa terus sampai kemana Manusia ditipu merayakan hari kelahiran sambil merayakan ketiadaanya sendiri yang olehnya sudah diberi angka batas rumah me...

Suatu Senja di Depan Garasi

Seperti biasanya. Setiap minggu pagi Abdi selalu bangun hampir kesorean. Tiap malam minggu pacarnya nginap di kontrakannya. Setelah mengahabiskan malam bersama, biasanya Abdi dan pacarnya pulang sudah larut. Menghindari mata – mata orang kampung. Doni pun teman kontrakannya Abdi seperti biasanya pagi ini. Dia memang tidur agak larut juga tadi malam, tapi masih pagi sudah berangkat bersepeda ke alun – alun kota. Kadang – kadang dia berharap dia bisa bertemu jodohnya disana, soalnya sampai sekarang dia belum punya pacar. Dia sering di ledek Abdi dan pacarnya. Dan pagi ini Doni senang sekali. Dia bertemu seorang gadis cantik di alun – alun. Baginya itu cewek idealnya. Meski waktu dia coba berkenalan tadi tidak ditanggapi serius tapi paling tidak dia sudah mendapatkan nama cewek itu serta tempat kuliahnya. Terlalu sibuk dengan teman – teman. Itulah Doni. Sejak zaman sekolah sampai kuliah dia terlalu banyak mengahabiskan waktu kesana – kesini dengan teman – temannya. Dia orangnya s...

Menjelang Hilang

Akhir – akhir ini Johny selalu gelisah saban kali mau tidur. Entah itu malam atau siang, dia merasa tidak nyaman tiap kali mau menutup mata. Bahkan dulu waktu ia buron sekalipun dia masih bisa terlelap. Memang saat ini Johny sedang dicari – cari polisi. Dia ditengarai terlibat pembunuhan seorang residivis yang baru keluar buih. Hari itu memang sudah lama ditunggu Johny dan konco – konconya. Jeffry, korban yang dihujani belati oleh Johny adalah orang yang telah membunuh adiknya. Lemus, adiknya Johny memang malang nasibnya. Setelah meraih sarjana, Lemus menyusul kakakknya tercinta ke kota.Waktu tiba di kota, Lemus langsung di hampiri beberapa preman dan terlibat pertikaian. Lemus yang dasarnya besar di kampung tidak bisa terima dirinya dipalaki dan akhirnya melawan. Naasnya karena kalah jumlah Lemus dipukuli sampai mati. Johny yang memang sehari – harinya hidup di dunia gelap tak bisa menerima kematian adiknya. Setelah mendapat informasi dari kawan – kawannya Johny beregerak sendir...