Langsung ke konten utama

Bintang Fajar


Aku ini jiwa yang tergesah-gesah dalam perjalananan. Tidak sampai padamu lebih mengerikan dari jatuh sepi atau mati ditangan perampok lapar.

Aku ini penunggang angin dan gelombang; terbang dengan sayap bernama mimpi. Sudah lama aku menanti dirimu; bintang timur; cahaya yang mendahului fajar. 



Aku mencintaimu seperti mencintai kehidupan. Penuh khidmat dan napsu; harapan juga putus asa; rindu yang menegangkan; pucuk kebahagian yang sedang mekar. 

Cipayung Juli 2019




Komentar