Langsung ke konten utama

Surat Dari Orang Jauh

Buat Kekasih Jiwaku - VYV

Malam itu tiada salahmu atas pelarianku.
Kuputus sendiri yang kulalukan.
Tengah malam aku bergumul hingga tubuhku menemukkan jalannya.
Suatu waktu aku pasti akan karam-rupanya sudah tiba kini.

***

Ada jarak yang tak bisa dikayuh -kekasihku.

Kalau perahu sudah angkat sauh hanya angin yang bisa menghantarnya kembali. Semakin jauh, semakin semuanya diluar kendali. Padahal keinginanku untuk kembali sama besarnya dengan meneruskan perjalanan.

Tapi sudah kamu tahu ini jauh hari sebelumnya. Sejak pertama kali kamu tuntun aku bermain pasir hingga ombak ditepian pantai. Ketika aku mulai bersahabat dengan laut. Kemudian kamu menghalau segalanya. Dari jendela kecil depan kamar kulihat biru laut dari jauh, ku raih raih lembab dan bau asam garam. Orang lalu lalang menuju dermaga, layar datang dan pergi tapi tak diperbolehkan lagi aku bermain disana. Padahal sudah kau dapati bintang di awang-awang pikiran kanakku. Masih kau tolak redupnya.

***

Ada juga lidah yang beku mengucap rindu kekasihku.

Dari dulu tiada hak aku bicara. Bukan begitu kekasih? Jika ada yang diizinkan untuk disebut hanyalah "iya". Dalam situasi apapun dengan tabah kamu mengajariku meredam semuanya dalam satu kata.

Jika sekarang kamu menagihnya, bukan aku tak mau mengucapkannya. Lidah ku hanya keluh. Enggan menjawab selain "iya". Ada banyak perkara di kepala ku, tapi aku terbiasa menyembunyikannya dalam diam. Bukankah itu menyenangkanmu?

Hari-hari ini jika aku tak bisa kembali padamu, bahkan mengucap rindu dari jauh-sama sekali tiada benci apalagi dendam dalam hati. Yang kutahu sekarang hanya menulis. Meski semuanya tak bisa kusebut pakai mulut.

***

Kekasih jiwaku
Perlu kamu tahu;
Seketika setelah perahu mimpi ku jadi puing-puing - harapan direnggut dari langit junjunganku. Angin kemudian berhenti membelai.Tidurku berkeliling api-kepalaku ditumbuhi duri. Dalam rebah yang paling pasrah kuserahkan apa saja yang tersisah. Setan sekalipun mengabaikan jiwa macam ini. Jiwa yang tidak punya perahu, terdampar, tapi tidak mati juga.

Padamu kekasihku, aku tahu kalau permintaan maaf sudah kehilangan makna bahkan jika aku tiba detik ini menghadap rumah-sakit hati mu tak bisa kutebus lunas.

Tapi kamu harus tahu;
Sebanyak detik yang habis dalam nanti-menanti.
Sepanjang tahun menahun dalam rindu dan jarak.
Aku membuana dalam luka dan harapan disaat beraamaan.
Pada keseluruhan waktu yang hilang diantara kita-sepanjang itu aku melihat bintang dan memimpikan kesempatan kedua. Supaya ada hidup baru untuk kita.

Tapi kekasihku.
Aku menulis tiap bait surat ini dalam ketakutan dan kesadaran. Bahwa kesempatan kedua cuma ilusi-jarak kita terlampau jauh untuk ditempuh. Juga rindu, tetap tidak bisa ku eja. Makanya cuma melalui tulisan aku berharap jarak bisa tergapai. Selebihnya bahkan tak kuat kusebutkan.


Dari Orang Jauh


Tabanan-Desember 2019












Komentar