"Apakah sumber kesedihan itu?"
"Semua yang sudah ditumbuhkan oleh waktu itu sendiri" katanya.
Dari atom, hingga organisme. Dari tiada menjadi bentuk. Dari ego berubah superego. Dari marah menjadi mimpi. Sampai seorang bisa berdiri dan kemudian berlari.
Lalu datang orang menebangnya. Memetik kuncup yang sedetik lagi mekar. Lupa bagaimana waktu menjaga dan merawatnya. Mengamputasi segala yang menopang kehidupan.
Kamu akan meradang. Sakit melampaui segalanya. Melihat yang roboh-terkulai dan kehilangan waktu untuk berkembang kembali. Menyaksikan jiwamu dikerumuni penyakit dan taktersembuhkan lagi. Mentalmu kehilangan gairahnya untuk bahagia.
Sampai waktu memutuskan.
Kamu cuma perlu terus merawat sumber sukacitamu. Segala muasal darimananya hidup berdasar. Bunga kecil dihatiku kujaga siang dan malam. Padanya kuserahkan daya hidupku. Seluruhnya. Supaya pagi ku beralasan untuk diperjuangkan. Supaya malam-malamku nyaman untuk ditiduri.
"Apa kau sudah punya bunga kecil itu"?
Kemudian hidup kembali jadi misteri. Akupun merenggangkan tubuh menyatu dengan kotaku. Membayangkan kembang indah dari plastik namun kehilangannya waktu terbangun.
Jakarta Desember 2019
Komentar
Posting Komentar