Langsung ke konten utama

Lupa Jalan Pulang

Nasihat dan doa sudah mendahuluiku.
Dulu. Keberangkatan pertama.

Tak mengerti tujuan apalagi alasan.
Belum ada yang utuh waktu itu.
Cuma ada bocah pemalu patuh dan asing
lebih tepat lagi rapuh dan diharapkan.

Hidup berputar. Aku berpijar dan belajar.
Dendam dan marah tak pernah berhasil membuatku jadi pecandu
Kalau sakit hati pun aku tetap bertuhan.

Tapi.
Dulu.
Tak ada yang berpesan soal pikiran yang teguh.
Bagaimana mengingat rumah dan jalan kembali.


Jakarta, 27 Agustus 2017

Komentar