Langsung ke konten utama

Pledoi Pak Presiden


Politik dan sipil adalah dua dunia yang berbeda. Berbeda dalam tujuan. Berbeda peran. Masing - masing saling mempengaruhi tapi tidak bisa saling merubah keadaan dunia nya secara langsung dan instan. Namun pada dasarnya kedua dunia ini memiliki kesamaan yaitu baik di dunia sipil dan politik sama - sama memiliki dua sifat dasar. Sifat dasar itu adalah baik dan buruk. Karena dalam dunia dunia ini diisi oleh manusia, maka dua sifat dasar tersebut berlaku.

Dalam dunia sipil selalu terdapat orang jahat dan orang baik, orang jujur dan tidak jujur, pembunuh dan pengasih. Dalam dunia politik pun seperti itu. Dua sifat dasar ini selalu berusaha saling menyeimbangkan diri. Karena jika salah satu dari sifat dasar itu mendominasi keadaan akan kacau. Dua sifat ini memang selalu bertentangan, satu dan lainnya selalu saling mencoba mengalahkan dan menguasai. Semua orang ingin kebaikan mendominasi, hanya saja kejahatan selalu bisa berkembang dan menciptakan keseimbangan lagi.

Sudah hukum nya kedua sifat ini untuk berjalan beriiringan. Dalam dunia sipil, kelompok yang baik tidak bisa merubah kelompok lainnya untuk menjadi baik. Kelompok yang jahat pun tidak bisa merubah kelompok yang baik menjadi jahat. Sehingga kelompok baik, menyadari bahwa selalu ada kelompok yang jahat, hanya saja kita tidak bisa merubahnya menjadi baik.

Dan dalam politik sama persis. Kelompok yang baik sadar bahwa ada kelompok yang jahat. Hanya saja mereka sadar juga bahwa mereka yang baik tidak mampu merubah yang jahat menjadi baik. Sudah hukumnya, bahwa walaupun yang baik menginginkan semua nya menjadi baik tapi hal itu tidaklah mungkin. Yang jahat selalu muncul kemudian. Hingga kedua nya saling menyadari bahwa tidak bisa saling merubah hingga akhirnya keduanya hanya bisa saling memaklumi.

Ketika ditanya masalah UU pilkada, presiden balik bertanya kepada masyarakat. Di dunia kalian; dunia sipil, bisakah kalian menghilangkan para pencuri? pembunuh? dan orang yang jahat lainnya? Mereka para perampok, preman, mafia yang menguasai pasar?

Presiden pun bertanya pada wartawan ; kalian juga, bisakah kalian membuat berita yang seimbang? Melihatnya dari segala sisi? bisa kah kalian memberitakan kenyataan dan faktanya blak - blakan? bagaimana dengan perang antar media serta tujuannya? pembunuhan karakter, pembentukan opini masyarakat, bagimana dengan bos besar yang menggaji kalian? bukankah media telah menjadi alat para elit sekarang? bahkan politisi - politisi kaya, yang menyelipkan wacana serta pencucuian otak, bahkan pengalihan isu bagi masyarakat?

Sudahlah, berhenti memojokkan ku dan keluarga ku. Seperti kalian hanya bagian dari dunia sipil yang besar, aku pun seperti itu, bagian kecil dari dunia politik yang besar. Berhenti mencaci maki istri bahkan anak - anak ku. Kalau kalian bisa merubah dunia kalian menjadi baik seutuhnya barulah kalian layak memarahi aku. Selama kalian dalam dunia sipil masih mentolerir kejahatan bahkan melakukannya sedikit - sedikit begitu pun aku dalam dunia politik, sebisanya aku melawan, jika tidak bisa aku akan memakluminya. Dan dalam kasus ini aku sudah menyiapkan perppu untuk melawannya.

Ini yang harus kalian pahami. Bahwa perbedaan besar antara dunia sipil dan politik hanyalah kuasa. Selebihnya kita memiliki dunia yang hampir mirip. Sama - sama manusia. Hanya saja dalam dunia politik setiap orang memiliki kuasa untuk memerintah, memenjarakan, bahkan membunuh orang sipil yang jumlahnya sangat banyak. Setiap orang memiliki kekayaan yang cukup untuk membayar media dan apapun yang mereka inginkan. Setiap orang dalam dunia politik memiliki kemampuan berpikir diatas rata - rata orang sipil. Kekuasaan lah yang membuat perbedaan besar diantara dunia sipil dan politik.

Lantaran itulah dunia politik tidak pernah seimbang. Setiap orang memiliki kekuasaan, dan setiap mereka yang memilikinya cenderung menjadi jahat. Dunia politik didominasi oleh yang jahat. Setiap orang yang ada disini ingin terus berkuasa, memerintah, dan tetap kaya selamanya. Mereka telah mencicipi yang namanya "kekuatan politik" kekuatan yang bisa menguasai masyarakat dan seluruh kekayaan alam, kekuatan yang bisa menggerakan militer, kekuatan yang bisa membuat mereka disembah oleh banyak orang. Sekali seorang merasakan kekuatan itu, dia ingin merasakannya selamanya. Saat itulah dia berubah dan masuk dalam kelompok yang jahat.

Dan dalam dunia sipil kalian terus berjuang untuk mencapai kesejahteraan dan kemakmuran. Kalian mandambahkan hidup yang bahagia dan senang makanya kalian ingin menciptakan dunia yang baik. Dengan begitu kalian menjadi bagian dari kelompok yang baik. Sedangkan mereka yang jahat, mereka sama seperti kalian yang baik. Mereka ingin hidup yang sejahtera dan makmur hanya saja mereka menempuhnya dengan jalan yang berbeda. Makanya mereka masuk dalam kelompok yang jahat. Dunia sipil adalah seimbang, yang baik akan selalu muncul saat kejahatan mendominasi, sehingga si jahat tidak akan pernah menguasai dunia sipil.

Tapi politik? jangan berharap banyak anakku. Si jahat telah mendominasi, dan jika terdapat yang baik, dia akan muda dilenyapkan. Persekongkolan, koalisi, konspirasi, itu benar adanya. Itu yang kita lakukan jika yang baik mulai mencoba meniadakan kita yang jahat. Dan aku akan segera masuk ke dunia sipil, cukup bagiku 8 tahun ada dalam dunia politik yang gelap. Hanya ini yang bisa kupesankan pada kalian.


Yogyakarta Oktober 2014


Komentar