makin hari
hanya awan mendung
yang semakin gelap
hanya muncul sejenak
membawa hujan
harapan yang diarak
tetap dilangit
kemudian hilang lagi
lagi hilang
gerimis yang miris
kering retak kehidupan
nafas yang tipis
kota yang kejam
nasib yang malang
hujan pertama
ada harapan
ada dia
ada air
hujan pertama
hanya turun sekali
dulu itu dulu sekali
dimata mu
di suara mu
hujan itu hanya turun
turun bagi yang terpilih
dan kemarau memilih ku lagi
Yogyakarta Oktober 2014
hanya awan mendung
yang semakin gelap
hanya muncul sejenak
membawa hujan
harapan yang diarak
tetap dilangit
kemudian hilang lagi
lagi hilang
gerimis yang miris
kering retak kehidupan
nafas yang tipis
kota yang kejam
nasib yang malang
hujan pertama
ada harapan
ada dia
ada air
hujan pertama
hanya turun sekali
dulu itu dulu sekali
dimata mu
di suara mu
hujan itu hanya turun
turun bagi yang terpilih
dan kemarau memilih ku lagi
Yogyakarta Oktober 2014
Komentar
Posting Komentar