Aku ingin menulis untuk mu
seperti seorang anak menulis surat untuk ibu
Aku ingin menulis dengan bebas setulus hati yang sudah meleleh
Aku ingin terus menulis
seperti udara yang menghidupi tapi tak bisa direngkuh
Aku ingin mencatat kekaguman yang sudah mensesaki kepala berhari hari
Aku ingin bicara
seperti bulan purnama dan bentang malam
saling memberi ruang meski tidak saling bicara, saling mengerti dengan berjumpa
Aku ingin terus bicara
seperti suara yang hanya bisa didengarkan hati, dan mata yang hanya bisa menangkap makna
Aku ingin menjadi hati dan mata yang terus mendengar dan mengerti
Aku ingin jujur
seperti tubuh yang kedinginan, dan jarak yang menebahkan jiwa dengan rindu
Aku ingin pulang, berhenti dari perjalanan, melupakan aku, dan memikirkan kita
Yogyakarta, Januari 2013
Komentar
Posting Komentar