Ibu menutup malam dengan tenang
uang makan, minum, kuliah anaknya sudah dalam perjalanan
ibu membuka mata dengan semangat
membabu diri kesana kemari untuk tagihan bulan depan
menanti – nanti anaknya pulang membawah ijazah
menjadi sarjana pertama diseantero desa
Anak hidup di tanah orang
mengantar uang ke kas universitas
aktif dikelas menjadi penurut dan pendengar yang baik
rajin keluar masuk kampus dengan kemeja andalan
menghemat uang makan minum
mencetak bundel – bundel makalah
Bapak ibu pengajar bergelar tinggi
dengan setelan dan renda – renda menghiasi
sibuk mengampuh mata – mata kuliah
membagikan ilmu didepan pemuda dan pemudi
saban bulan aktif rapat kalau sempat studi banding
sambil menunggu gaji, tunjangan untuk keluarga tercinta
Kawan – kawan berlomba mencari eksistensi
hidup mewah dan menyenangkan
parkiran warna – warni dengan tunggangan masing - masing
memikirkan malam dan pertemanan serta percintaan
menyusun rencana liburan akhir pekan, bulan dan tahun
lalu magang di kantor – kantor kenalan orang tua
Di depan kampus nongkrong satpam – satpam
termenung melihat geliat anak muda sambil berangan – angan
berharap anak – anaknya sampai ke perguruan tinggi
menikah dan berketurunan dengan pekerjaan bukan satpam atau pesuruh
tersadar saat rokoknya habis
lalu berpikir tentang gaji yang tidak lagi cukup
Di atas meja terdampar surat kabar
mengabarkan berita kemiskinan , kerusuhan dan narkoba
memajang foto – foto wakil rakyat, orang besar dan pemimpin
dan diselah – selah opini para pengamat berkomentar panas
diikuti gambar – gambar bintang olahraga
dan artikel – artikel panjang yang sukar dipahami maksudnya
Sesaat malam mengingatkan kerasnya hidup, pengrobanan dan tanggung jawab
lalu tenggelam sibuk dalam pergaulan dan berangan – angan tentang cita – cita
hingga suatu ketika bermimpi menjadi pemimpin kaya dan hidup serba dilayani
namun makin kecewa dengan kenyataan yang tidak adil bagi semua orang
lalu sambil meremas surat kabar, debu berterbangan memecah pikiran yang hilang arah
Yogyakarta oktober 2012
Sumber gambar : http://pendosalugu.blogspot.com/2011/02/hilang-arah.html

Komentar
Posting Komentar