Langsung ke konten utama

Simpang - simpang



Aku perlahan - lahan tersisIh
tiba tiba kehilangan bentuk diantara kaumku sendri.

karena berpikir, dan memikirkan harapan serta keindahan
aku mulai dimusuhi sekaligus disegani tapi tetap saja dijauhi

duniaku sekarang dimana?
mulai samar - samar

kawan dan lawan mulai kelihatan sama
sama-sama mendorongku ke luar

sekat - sekat mulai menebal, membatu mulai membutakan
nalarku berjalan sendiri gelap sengaja ditenggelamkan

sampai mati, aku tuan atas pikiranku, garam bagi lautan sukma ku
aku tidak mungkin berdusta, pantang bagi bagi mulutku

mana mungkin aku bernyanyi, lagu para penipu, lagu para pembohong
lagu yang penuh tipu berisi segala macam dusta dan kompromi

biar, biar diriku telanjang
biar ucapku vulgar dan kasar

silahkan putihkan aku, hingga hilang hingga hancur
hingga hilang rupa hilang raga, hilang pijakan

inilah kenapa aku gila
mendambahkan suatu yang baru, yang aneh dan menggelikan

mengorek - ngorek lagi kebiasaan,tidak tenang dalam kehidupan
melihat keadilan sebagai hak dan keadaan sebagai objek hidup

sepanjang malam lautan badai dan angin bergemuruh dibalik kulitku
berdesir menunggu pagi, menunggu panggung pencarian dan pembuktian

emosi sudah mengubun siap diluapkan pada hari - hari hidup
mari kita berhadap - hadapan biar tahu satu sama lain

oh mimpiku, dunia penuh cahaya, hidup dinamis
sekarang aku berjalan, belum tentu sampai


AKU TETAP BUTUH TEMAN!






Jogja Agustus 2012

Sumber gambar : http://muda.kompasiana.com/2012/06/28/idealisme-mahasiswa-semakin-mandul-kenapa/




Komentar