PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
India adalah sebuah negara besar berpenduduk mayoritas Hindu. Dari total 1,1 milyar penduduk India, 15% diantaranya atau sekitar 150 juta jiwa, menganut agama Islam. Oleh karena itu, Muslim adalah penduduk minoritas terbesar di India. Pecahnya India pada tahun 1947 menjadi India dan Pakistan didasari keyakinan oleh beberapa tokoh politik India saat itu bahwa Hindu dan Muslim tidak bisa hidup di bawah satu atap negara. Perpecahan berdarah pada bulan Agustus 1947 meninggalkan luka emosional dua komunitas besar di Asia Selatan ini. Berbicara tentang ketegangan dan pergolakan antara India dengan Pakistan, maka tidak dapat dijauhkan dari pembahasan tentang Kashmir.
Kashmir adalah sebuah wilayah di utara sub-benua India. Wilayah ini Kashmir pernah disebut sebagai “surga dunia” (paradise on earth) karena keindahan alam dan kesuburan tanahnya. Istilah Kashmir secara sejarah digambarkan sebagai sebuah lembah di selatan dari ujung paling barat barisan pegunungan Himalaya. Secara politik, istilah Kashmir dijelaskan sebagai wilayah yang lebih besar yang termasuk wilayah Jammu, Kashmir, dan Ladakh. “Vale of Kashmir” merupakan daerah yang relatif rendah dan sangat subur, dikelilingi oleh pegunungan dan dialiri oleh banyak aliran dari lembah-lembah, dan dikenal sebagai suatu tempat paling indah di dunia. Srinagar, ibu kota kuno, terletak di dekat Danau Dal, dan terkenal karena kanal dan rumah perahunya. Tepat di luar kota, terdapat taman Shalimar yang indah dibuat oleh Jehangir, Kaisar Mughal, pada 1619. Wilayah Kashmir terbagi oleh tiga negara yaitu Pakistan mengontrol barat laut, India mengontrol tengah dan bagian selatan Jammu dan Kashmir, dan Republik Rakyat China menguasai timur laut (Aksai Chin). Meskipun wilayah ini dalam prakteknya diatur oleh ketiga negara tersebut, India tidak pernah mengakui secara resmi wilayah yang diakui oleh Pakistan dan China. Pakistan memandang seluruh wilayah Kashmir sebagai wilayah yang dipertentangkan, dan tidak menganggap klaim India atas wilayah ini. Sebuah pilihan yang disukai banyak orang Kashmir adalah kemerdekaan, namun baik Pakistan dan India menentang hal ini.
Umat Islam di India merupakan golongan minoritas sementara golongan mayoritasnya merupakan agama Hindu, wilayah Kashmir merupakan wilayah dimana mayoritas Islam di India berada.
Diskriminasi terhadap umat Islam di India dan di Kashmir khususnya, terjadi berabad-abad dan terus berlangsung selama penjajahan Inggris di India. Di samping gerakan nasionalisasi Hindu yang ekstrim menyebabkan umat Islam di sana semakin terpojok dalam segala segi kehidupan, mulai dari segi politik, pendidikan, ekonomi.
Menurut kelompok hak asasi manusia di New Delhi, skor Muslim, pedagang mahasiswa dan profesional yang berhenti dicabik-kekerasan di Kashmir untuk bagian lain India dalam pencarian pendidikan dan kesempatan kerja telah menghadapi pelecehan dan diskriminasi meningkat sejak tahun 2001. Sebuah laporan oleh Uni Rakyat untuk Hak Demokrat mengatakan Kashmir Muslim di New Delhi menderita, rasa yang mendalam ketidakamanan dan kerentanan, dan korban pelecehan polisi, pencarian memalukan, intimidasi, penahanan sewenang-wenang dan tuntutan suap oleh polisi lokal di bawah dalih memerangi terorisme.
Tidak hanya diskriminasi yang diterima warga muslim di Kashmir tetapi juga penindasan terhadap warga muslim di Kashmir yang di lakukan oleh penegak hukum setempat, para tentara India tidak berpikir panjang ketika melakukan tembakan kepada warga sipil di Kashmir dan pemerintah tidak menanggapi laporan ketika terjadi penembakkan terhadap warga sipil di Kashmir terutama yang menjadi korban adalah warga muslim Kashmir.
Diskriminasi dan penindasan terhadap muslim di Kashmir merupakan hal-hal yang melatar belakangi aksi-aksi terorisme di India terutama di wilayah Kashmir, setiap warga muslim di India selalu di intimidasi oleh polisi dan di tuduh sebagai teroris padahal mereka hanya warga negara biasa yang menganut agama islam, dan polisi tidak berpikir panjang untuk menembak warga muslim yang menurut mereka teroris padahal mereka menembak warga muslim biasa dan berita seperti itu sering terjadi tetapi pemerintah tidak pernah mengurusnya.
Perebutan wilayah Kashmir ini di sebabkan karena tertindasnya muslim di Kashmir, diskriminasi yang terjadi di Kashmir ini memicu aksi-aksi terorisme di wilayah Kashmir dan India. Pakistan merupakan Negara tetangga India yang terus mendukung gerakan para gerilyawan muslim di Kashmir, karena itu Pakistan terus berusaha untuk merebut Kashmir dari India karena gerilyawan muslim di Kashmir meminta bantuan Pakistan agar dapat memisahkan diri dari India.
Banyak aksi terorisme yang terjadi di India terutama wilayah Kashmir, di wilayah Kashmir terdiri dari dua aksi teror yang pertama aksi teror dari gerilyawan muslim dan yang kedua aksi terror dari gerilyawan hindu sendiri.
Gerilyawan muslim sebagian besar di bantu oleh paksitan, wilayah Kashmir sendiri merupakan aksi teror yang dilakukan oleh gerilyawan muslim Kashmir yang di bantu oleh Pakistan. Salah satu bukti teroris Pakistan yang masuk ke India melalui jalur Kashmir. Polisi India menangkap dua pria yang diduga akan mengebom pangkalan minyak dan sebuah pertokoan di Mumbai, India. Kasus ini mengingatkan kita pada pengeboman oleh pria asal Pakistan di Mumbai yang menewaskan 166 orang 15 bulan lalu.
Sedangkan gerilyawan Hindu dibantu oleh anggota tentara India biarpun tidak semua tentara India terlibat organisasi teroris ini hanya satu dua tentara tetapi ada yang terbukti memiliki pangkat di kesatuannya sebagai berikut, terungkap bahwa seorang Letkol Purohit telah memasok bahan peledak RDX mematikan selain memberikan pelatihan ke ekstrimis dan teroris Hindu. Seperti yang diceritakan, Letkol Purohit mendirikan link nya selama masa jabatannya di wilayah Jammu dan Kashmir yang diduduki dan memasok senjata lain seperti Rasthtriya Rifles. Letkol Purohit terlibat dalam pelatihan pembuatan bom dan dana mengalir untuk mereka yang bersedia terlibat dalam ledakan itu.
1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan fakta-fakta yang ada maka dapat di ambil sebuah rumusan masalah sebagai berikut “ Apa penyebab terjadinya terorisme di wilayah Kashmir?
1.3. Tinjauan Pustaka
Terorisme memiliki makna berbeda bagi masing-masing orang. Dalam definisi resmi Amerika Serikat menyebutkan terorisme sebagai: “The calculated use of violence or threat of violence to attain goals that are political, religious, or ideological in nature through intimidation, coercion, or instilling fear”. (penggunaan kekerasan yang sudah di perhitungkan atau berupa ancaman kekerasan untuk mencapai tujuan politik, agama atau yang bersifat ideologis dengan bentuk-bentuk intimidasi, penggunaan kekerasan atau dengan menebarkan rasa takut.
Sementara itu, definisi terorisme menurut hukum Inggris juga memuat unsur-unsur serupa tetapi lebih terperinci “terorisme adalah tindakan kekerasan untuk tujuan politik, dan mencakup semua tindak kekerasan demi tujuan itu dengan mengakibatkan ketakutan pada masyarakat”. Terorisme pada umumnya didefinisikan sebagai penggunaan atau ancaman kekerasan, oleh kelompok-kelompok kecil terhadap kelompok-kelompok yang lebih besar untuk mencapai tujuan politik. Jelas didalamnya terkandung pengertian bahwa terorisme adalah “perang yang dilancarkan dari kelompok lemah atau tertindas”, suatu aksi pembalasan oleh kelompok-kelompok atas tuntutan karena cara-cara konvensional tidak lagi membuat hasil.
Istilah teroris oleh para ahli kontra terorisme dikatakan merujuk kepada para pelaku yang tidak tergabung dalam angkatan bersenjata yang dikenal atau tidak menuruti peraturan angkatan bersenjata tersebut. Aksi terorisme juga mengandung makna bahwa serangan-serangan teroris yang dilakukan tidak berperikemanusiaan dan tidak memiliki justifikasi, dan oleh karena itu para pelakunya (“teroris”) layak mendapatkan pembalasan yang kejam. Adapun ciri-ciri terorisme menurut Loudewijk F Paulus adalah:
a. Organisasi yang baik, berdisiplin tinggi, militant. Organisasi merupakan kelompok-kelompok kecil, berdisiplin dan militansi ditanamkan melalui indoktrinasi dan latihan bertahun-tahun.
b. Mempunyai tujuan politik, tetapi melakukan perbuatan criminal untuk mencapai tujuan.
c. Tidak mengindahkan norma-norma yang berlaku, seperti agama, hukum dan lain-lain.
d. Memilih sasaran yang menimbulkan efek psikologi yang tinggi untuk menimbulkan rasa takut dan mendapat publikasi yang luas.
Di lain pihak, suatu rumusan pengertian yang lebih panjang, tetapi pada dasarnya mempunyai inti-inti yang sama, yaitu terorisme adalah:
penggunaan atau ancaman kekerasan fisik oleh individu-individu atau kelompok-kelompok untuk tujuan-tujuan politik, baik untuk kepentingan atau melawan kekuasaan yang ada, apabila tindakan-tindakan terorisme itu dimaksudkan untuk mengejutkan, melumpuhkan, atau mengintimidasi suatu kelompok sasaran yang lebih besar dari pada korban-korban langsungnya. Terorisme melibatkan kelompok-kelompok yang berusaha untuk mengembangkan rezim-rezim tertentu, untuk mengoreksi keluhan-keluhan kelompok atau nasional, atau untuk menggerogoti tata politik internasional yang ada.
Terorisme sebagai isu dalam Hubungan Internasional bukanlah merupakan isu yang tiba-tiba muncul dan menarik perhatian komunitas Internasional. Saat ini terorisme adalah kata yang paling sering muncul dalam wacana publik, tetapi agaknya sejauh ini belum ada tanda-tanda kearah konseptualisasi yang lebih jernih.
Terorisme adalah Penggunaan kekerasan untuk menimbulkan ketakutan, dalam usaha mencapai suatu tujuan (terutama tujuan politik). Sedangkan teroris adalah orang yang menggunakan kekerasan untuk menimbulkan rasa takut (biasanya untuk tujuan politik), dan teror adalah perbuatan sewenang-wenang, kejam, bengis, dalam usaha menciptakan ketakutan, kengerian oleh seseorang atau golongan.
Selain itu, ada beberapa definisi tentang terorisme antara lain:
1. Menurut Konvensi PBB tahun 1937, terorisme adalah segala bentuk tindak kejahatan yang ditujukan langsung kepada negara dengan maksud menciptakan bentuk teror terhadap orang-orang tertentu atau kelompok orang atau masyarakat luas.
2. Menurut US Federal Bureau of Investigation (FBI), terorisme adalah penggunaan kekuasaan tidak sah atau kekerasan atas seseorang atau harta untuk mengintimidasi sebuah pemerintahan, penduduk sipil dan elemen-elemennya untuk mencapai tujuan-tujuan sosial atau politik.
3. Menurut Muhammad Mustofa, terorisme adalah tindakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang ditujukan kepada sasaran secara acak (tidak ada hubungan langsung dengan pelaku) yang berakibat pada kerusakan, kematian, ketakutan, ketidakpastian dan keputusasaan massal.
Beberapa teror yang terjadi di India sungguh sangat di luar dugaan. Teror yang muncul beberapa tahun terakhir ini menambah panjang daftar pelaku teror di India, karena beberapa kelompok yang melakukan aksinya beberapa tahun terakhir merupakan kelompok teroris baru.
Berkembangnya terorisme ditandai dengan bentuk fanatisme aliran kepercayaan yang kemudian berubah menjadi pembunuhan, baik yang dilakukan secara perorangan maupun oleh suatu kelompok terhadap penguasa yang dianggap sebagai tiran. Pembunuhan terhadap individu ini sudah dapat dikatakan sebagai bentuk murni dari Terorisme dengan mengacu pada sejarah Terorisme modern.
Walaupun istilah Teror dan Terorisme baru mulai populer abad ke-18, namun fenomena yang ditujukannya bukanlah baru. Menurut Grant Wardlaw dalam buku Political Terrorism (1982), manifestasi Terorisme sistematis muncul sebelum Revolusi Perancis, tetapi baru mencolok sejak abad ke-19. Dalam suplemen kamus yang dikeluarkan Akademi Perancis tahun 1798, terorisme lebih diartikan sebagai sistem rezim teror.
Kata Terorisme berasal dari Bahasa Perancis ”le terreur” yang semula dipergunakan untuk menyebut tindakan pemerintah dari hasil Revolusi Perancis yang mempergunakan kekerasan secara brutal dan berlebihan dengan cara memenggal 40.000 orang yang dituduh melakukan kegiatan anti pemerintah.
Selanjutnya kata Terorisme dipergunakan untuk menyebut gerakan kekerasan anti pemerintah di Rusia. Dengan demikian kata Terorisme sejak awal dipergunakan untuk menyebut tindakan kekerasan oleh pemerintah maupun kegiatan yang anti pemerintah. Terorisme muncul pada akhir abad ke-19 dan menjelang terjadinya Perang Dunia-I, terjadi hampir di seluruh belahan dunia.
Sejarah mencatat pada tahun 1890-an aksi terorisme di Armenia melawan pemerintah Turki, yang berakhir dengan bencana pembunuhan masal terhadap warga Armenia pada Perang Dunia I. Pada dekade tersebut, aksi terorisme diidentikkan sebagai bagian dari gerakan sayap kiri yang berbasiskan ideologi karena Mereka percaya bahwa terorisme adalah cara yang paling efektif untuk melakukan revolusi politik maupun sosial, dengan cara membunuh orang-orang yang berpengaruh.
Kemudian setelah pasca Perang Dunia II, dunia tidak pernah mengenal “damai”. Berbagai pergolakan berkembang dan berlangsung secara berkelanjutan. Konfrontasi negara adikuasa yang meluas menjadi konflik Timur – Barat dan menyeret beberapa negara Dunia Ketiga ke dalamnya menyebabkan timbulnya konflik Utara – Selatan sehinggadapat membuat dunia bergejolak. Ketidakstabilan dunia dan rasa frustasi dari Negara Berkembang dalam menuntut hak-hak yang dianggap fundamental dan membuka peluang untuk muncul dan meluasnya terorisme.
Fenomena terorisme meningkat sejak permulaan dasa warsa 70-an. Terorisme dan teror telah berkembang dalam sengketa ideologi, fanatisme agama, perjuangan kemerdekaan, dan pemberontakan. Bahkan juga terorisme oleh pemerintah dianggap sebagai cara dan sarana menegakkan kekuasaannya. Terorisme gaya baru mengandung beberapa karakteristik:
1. Ada maksimalisasi korban yang sangat mengerikan.
2. Keinginan untuk mendapatkan liputan di media massa secara internasional dengan cepat.
3. Tidak pernah ada yang membuat klaim terhadap terorisme yang sudah dilakukan.
4. Serangan terorisme itu tidak pernah bisa diduga karena sasarannya sama dengan luasnya seluruh permukaan bumi.
ISI
2.1. Sejarah Perkembangan Konflik Kashmir
Sejak awal, Kashmir merupakan suatu daerah terisolasi yang termasuk dalam wilayah India. Wilayah India dulu meliputi India, Pakistan dan Bangladesh yang sekarang sudah terpecah menjadi negara sendiri. India merupakan tempat dimana 4 agama dunia lahir yakni ; Hindu, Budha, Sikh , dan Jain. Jauh sebelum masehi India merupakan pusat peradaban agama dan kebudayaan Hindu. Baru setelah abad ke-8 masehi pengaruh Islam masuk ke India dari Jazirah Asia Barat.
Kemudian pada abad ke-12 Kutbu’ddin Aibak berhasil menaklukan India dan mendirikian kesultanan Delhi. Sejak saat itu perkembangan agama Islam di India semakin pesat dan tercatat terdapat 4 dinasti Islam berikutnya yang berkuasa di India. Baru pada era dinasti Mughal (1526-1857) kejayaan Islam berakhir karena dinasti Mughal berhasil di taklukan oleh Inggris dan kemudian Pemerintahan Inggris menjadikan India sebagai wilayah jajahanya sampai pertengahan abad ke-20.
Sementara itu Kashmir yang wilayahnya terpencil di Utara India telah membuat wilayah ini sebagai suatu daerah otonomi yang bebas dan mengatur dirinya sendiri layaknya sebuah negara. Hal ini sudah terjadi jauh sebelum peradaban Islam masuk sampai akhirnya dinasti Mughal menduduki Kashmir pada akhir abad ke-15. Selama periode itu berbagai agama (Hindu,Budha,Islam) datang silih berganti di Kashmir. Gelombang kedatangan agama yang terakhir yakni Islam, membuat penduduk Kashmir mayoritas memeluk Islam.
Setelah dinasti Mughal runtuh, wilayah Kashmir berpindah tangan menjadi wilayah kekuasaan Inggris. Namun berbeda dengan wilayah-wilayah jajahan Ing gris lainya di India, Kashmir diberi otonomi khusus (princely state) oleh pemerintahan Inggris dan bebas menyelenggarakan pemerintahanya sendiri asalkan tetap mengakui Inggris sebagai kekuasaan tertinggi. Yang pada waktu itu kepala suku Hindu Dogra lah yang ditunjuk Inggris sebagai pemimpin di Kasmir. Pada masa inilah pertama kali benih-benih kekerasan dan terorisme mulai marak di wilayah Kashmir.
Diskriminasi pada masyarakat Kashmir sudah terjadi sejak Kashmir dibawah kekuasaan dinasti Mughal. Kemudian setelah dinasti Mughal runtuh, diskriminasi tetap terjadi di Kashmir yang kali ini berada di bawah kendali Inggris. Di bawah pemerintahan Rajput-Rajput Hindu Dogra masyarakat muslim Kashmir mengalami tekanan dan diskriminasi yang hebat. Semakin banyak pelanggaran hak asasi manusia serta marginalisasi rakyat Kashmir dari lapangan kerja yang sepenuhnya dikuasai oleh Hindu Dogra. Tidak hanya itu, karena Partai Kongres India yang dibentuk pada 1887 dikuasai sepenuhnya oleh kelompok Hindu meski katanya sekular tapi kenyataanya sangat pro aspirasi Hindu. Tidak jarang kebijakan pro aspirasi Hindu yang dikeluarkan bertentangan dengan tradisi masyarakat Muslim India terutama Kashmir yang mayoritas Muslim.
Posisi marginal (pinggiran) tentu tidak dapat diterima rakyat muslim Kashmir. Akhirnya dipelopori Syed Ahmad Khan kalangan Muslim menuntut diberikanya hak yang sama bagi kaum Muslim dalam parlemen yang kemudian pada tahun 1906 Liga Muslim India dibentuk sebagai tandingan Partai Kongres India. Kemudian pada tahun 1931 terjadi pemberontakan oleh rakyat Kashmir yang diakhiri dengan peristiwa berdarah. Terjadi pembantaian terhadap para petugas keamanan oleh penduduk Muslim Kashmir.Penduduk Kashmir berharap penindasan dan diskriminasi yang terjadi selama ini segera di akhiri dan menuntur kesamaan hak. Lalu dipelopori Mohammad Iqbal dan Mohammad Ali Jinnah masyarakat Muslim India menuntut sebuah negara yang tepisah dari India.
Akhirnya dengan berakhirnya perang dunia II Inggris secara resmi memberikan kemerdekaan kepada kepada India. Pemerintah Inggris secara resmi mengeluarkan dekrit dan menghapus segala bentuk penjajahan di India serta membagi India dan Pakistan dengan Pakistan sebagai sebuah negara Islam tepatnya pada agustus 1947.Kemudian Kashmir yang waktu itu menjadi daerah yang Independen dipersilahkan Inggris untuk memilih apakah mau bergabung dengan India atau Pakistan.
Kashmir yang pada saat partisi dipimpin oleh Maharaja Hari Singh belum menentukan pilihan apakah akan bergabung dengan India atau Pakistan. Di satu sisi banyak tekanan dari masyarakat muslim Kashmir untuk bergabung dengan Pakistan, namun ada juga masyarakat muslim Kashmir yang masih loyal terhadap India.
Akhirnya pada masa penundaan ini tepatnya oktober 1947 terjadi pemberontakan di daerah Poonch dan akhirnya meluas mencapai barat laut Kashmir dan menyulut perang terbuka. Pakistan bersama warga Pathan dan Muslim Kashmir melakukan pemberontakan dan menduduki Muzafarbad kemudian menghalau masyarakat Hindu dan mengusir mereka. Kemudian pada tanggal 24 oktober kelompok ini memproklamasikan berdirnya negara Azad Kashmir dan terus melancarkan serangan untuk merebut ibukota Kashmir, Srinagar.
Pada kondisi ini Hari Singh selaku pemimpin Kashmir kehilangan kepercayaan masyarakat Kashmir yang menuntut kemerdekaan Kashmir. Singh kehilangan kendali atas semua kerusuhan yang terjadi di Kashmir. Akhirnya Singh memutuskan untuk meminta bantuan dari New Delhi demi menyelesaikan masalah di Kashmir. Akhirnya India bersedia membantu namun dengan satu syarat yakni Kashmir menjadi bagian dari India. Setelah Instrument Of Acession ditandatangani Singh India pun mengirim pasukan ke Kashmir dan terjadilah perang terbuka melawan Kaum Militan Kashmir dan Pakistan. Hasilnya Pakistan berhasil dipukul mundur dan 2/3 dari wilayah Kashmir menjadi milik India.Alhasil pada 6 Februari 1951 para wakil rakyat Kashmir meratifikasi Jammu dan Kashmir sebagai bagian integral India.
Sejak saat itu lah terorisme dan kekerasan di Kashmir berkembang pesat sampai sekarang. Hubungan anatara India dan Pakistan selalu dingin sampai sekarang akibat masalah Kashmir. Terlebih lagi sentimen-sentimen berbau sara semakin marak terjadi dan berujung pada kekerasan dan kematian.Yang sampai dewasa ini belum ada titik terang bagi penyelesaian masalah ini.
2.2. Terorisme di Kashmir
Penggabungan Kashmir ke wilayah integral India telah membuat hubungan India dan Pakistan semakin memanas. Tidak hanya itu, munculnya kelompok-kelompok terorisme baru yang menginginkan kemerdekaan bagi Kashmir semakin menjamur. Hal ini muncul karena India tidak melaksanakan referendum bagi rakyat Kashmir untuk mendapat hak memilih apakah mau merdeka atau bergabung dengan Pakistan.
Sejak Kashmir menjadi wilayah India, konflik dan kekerasan semakin sering terjadi. Munculnya kelompok – kelompok radikal baru di Kashmir semakin membuat Kashmir rentan konflik dan kekerasan. Kemunculan kelompok radikal di Kashmir juga di ikuti dengan berdirinya partai nasionalis India yang sangat fanatik. Sampai sekarang wilayah Kashmir masih menjadi wilayah konflik dengan intensitas bentrokan yang tinggi.
Pakistan adalah salah satu pihak yang terus mendukung pemberontak dan kaum radikal di Kashmir untuk merdeka dan bergabung dengan Pakistan. Tidak hanya Pakistan, Afghanistan dan Arab Saudi pun turut memberi bantuan dan dukungan bagi kelompok-kelompok teroris di Kashmir. Hal inilah yang membuat bentrokan dan kontak senjata sering terjadi di wilayah perbatasan antara India dan Pakistan. Pakistan terus saja memberikan dukungan politis dan emosional bagi rakyat Kashmir untuk merdeka dan mengirim tentara untuk menyeberang ke wilayah India. Tidak hanya di Kashmir, Pakistan bahkan menyerang kota-kota lain di India.
Bentrokan juga terjadi antara pemberontak Kashmir yang menginginkan kemerdekaan negara Kashmir dengan pasukan keamanan India. Yang dalam kurun waktu 10 tahun terakhir telah memakan korban jiwa yang tidak sedikit. Kasus – kasus terror, bom, dan penembakan sepanjang tahun 2000-2010 terus terjadi.
Aksi balas membalas terus terjadi . Jika buka kelompok islam yang menjadi korban dari aksi teror dan tindakan represif dari aparat keamanan India pasti kelompok Hindu yang menjadi korban.
Sampai saat ini tercatat ada 32 kelompok teroris yang aktif di Kashmir;
1. Lashkar-e-Omar (LeO)
2. Hizb-ul-Mujahideen (HM)
3. Harkat-ul-Ansar (HuA, sekarang dikenal sebagai Harkat-ul Mujahideen)
4. Lashkar-e-Toiba (LeT)
5. Jaish-e-Mohammed (JeM)
6. Harkat-ul Mujahideen (HuM, sebelumnya dikenal sebagai (Harkat-ul-Ansar)
7. Al Badr
8. Jamait-ul-Mujahideen (JuM)
9. Lashkar-e-Jabbar (LeJ)
10. Harkat-ul-Jehad-i-Islami
11. Al Barq
12. Tehrik-ul-Mujahideen
13. Al Jehad
14. Jammu & Kashir National Liberation Army
15. People’s League
16. Muslim Janbaz Force
17. Kashmir Jehad Force
18. Al Jehad Force (combines Muslim Janbaz Force and Kashmir Jehad Force)
19. Al Umar Mujahideen
20. Mahaz-e-Azadi
21. Islami Jamaat-e-Tulba
22. Jammu & Kashmir Students Liberation Front
23. Ikhwan-ul-Mujahideen
24. Islamic Students League
25. Tehrik-e-Hurriat-e-Kashmir
26. Tehrik-e-Nifaz-e-Fiqar Jafaria
27. Al Mustafa Liberation Fighters
28. Tehrik-e-Jehad-e-Islami
29. Muslim Mujahideen
30. Al Mujahid Force
31. Tehrik-e-Jehad
32. Islami Inquilabi Mahaz
Kelompok – kelompok ini terbagi kedalam 2 haluan yang berbeda dalam tujuanya. Yang pertama adalah kelompok teroris yang menginginkan kemerdekaan bagi negara Kashmir lepas dari India. Dan yang kedua adalah kelompok teroris yang menginginkan Kashmir berintegrasi dengan negara islam Pakistan. Dan tidak jarang terjadi bentrok satu sama lain.
Sepanjang tahun 2001 – 2010 kegiatan teror dan kekerasan terus memakan korban. Rakyat sipil Kashmir, aparat keamanan India, dan anggota kelompok teroris itu sendiri telah banyak yang tewas.Dengan jumlah korban terbanyak ada di pihak kelompok-kelompok teroris.
Jammu and Kashmir Fatalities: 2001-2010
Civilians Security Force Personnel Terrorists Total
2001 1067 590 2850 4507
2002 839 469 1714 3022
2003 658 338 1546 2542
2004 534 325 951 1810
2005 521 218 1000 1739
2006 349 168 599 1116
2007 164 121 492 777
2008 69 90 382 541
2009 55 78 242 375
2010 36 69 270 375
Sumber : South Asia Terrorism Portal (SATP)
2.3. Akar Konflik dan Terorisme di Kashmir
Aksi-aksi teror yang berkembang selama ini di Kashmir tentu saja tidak terjadi begitu saja. Ada rentetan sejarah panjang yang mengiringi kemunculan-kemunculan kelompok ini. Mulai dari perselisihan dan konflik yang tentu saja memiliki alasan-alasannya masing-masing. Diawali dari diskriminasi pemerintahan kolonial Inggris sampai kelompok Hindu dogra terhadap masyarakat Kashmir, bibit konflik mulai tertanam. Munculnya Liga Muslim pertama kali pada awal abad ke-20 merupakan salah satu bentuk protes terhadap kesenang-wenangan pemerintah Hindu. Protes ini akhirnya bermuara pada pecahnya India dan Pakistan sekaligus menandai babak baru perkembangan terorisme di Kashmir yang semakin masif.
Secara umum jelas terlihat bahwa penyebab pecahnya kerusuhan dan kekerasan di Kashmir adalah akibat dari ketidakadilan otoritas pemerintahan serta pemasukan wilayah Kashmir kedalam India secara sepihak oleh pemerintah India. Dua hal inilah yang secara jelas terlihat menjadi faktor pemicu ketidakpuasan masyarakat Kashmir dan meningkatnya terorisme di Kashmir sampai sekarang.
Namun faktor-faktor pemicu diatas bukan secara alamiah sudah ada. Terdapat dasar – dasar perbedaan yang cukup besar antara Kashmir dan India Yang akan terus memelihara konflik di Kashmir meski kedua faktor diatas telah berhasil diatasi. Sehingga akar konflik dan aksi teror yang perlu diurai dan dijelaskan sebenarnya bukan pada bagaiamana diskriminasi itu terjadi dan mengapa referendum untuk rakyat Kashmir tidak dilakukan tapi pada mengapa kedua hal tersebut terjadi dan mengapa masyarakat Kashmir ingin merdeka serta faktor sosial apa saja yang berkembang dimasyarakat saat itu.
Sehingga untuk menjelaskan fenomena perkembangan terorisme di Kashmir perlu diuraikan terlebih dahulu dasar – dasar masalah yang menyebabkan munculnya perselisihan, konflik, perseteruan dan akhirnya konflik di masyarakat itu sendiri.
2.3.1. Etnis
Masyarakat Kashmir secara turun temurun percaya bahwa mereka berbeda dengan etnis-etnis lain yang ada di India ataupun Pakistan. Dalam sejarahnya, Kashmir sebelum dikuasai oleh Dinasti Mughal merupakan daerah yang independen dan tidak tergabung dalam wilayah kekuasaan manapun. Wilayah Kashmir waktu itu dikuasai oleh masyarakat Kashmir itu sendiri dengan pemimimpin dari anggota masyarakat Kashmir juga.
Sejak dikuasai dinasti Mughal sampai sekarang pemegang kekuasaan di wilayah Kashmir dipegang oleh orang-orang dari dinasti Mughal,Hindu Dogra, dan pemerintahan kolonial inggris, serta sekarang dipegang oleh orang India. Selama berabad-abad wilayah Kashmir dikuasai dan diatur oleh orang-orang dari luar Kashmir.
Wilayah Kashmir yang berada di utara India membuat wilayah ini terisolasi selama berabad abad. Tidak ada interaksi keluar dengan bangsa lain kecuali sesudah kedatangan dinasti Mughal.Hal ini membuat Kashmir memiliki sejarah perkembangan kebudayaanya sendiri. Masyarakat Kashmir menganggap wilayah Kashmir mencakup Jammu dan Azad Kashmir. Bahkan dalam perjalanan sejarah masyarakat Kashmir tidak ada yang melakukan kawin campur dengan orang dari masyarakat lain.
Situasi terisolasi ini menimbulkan perbedaan besar antara masyarakat Kashmir dan orang-orang India lainya. Masyarakat Kashmir yang sekarang memiliki kesadaran bahwa mereka memiliki identitas berbeda dengan etnis-etnis lain yang ada di India (Kashmir particularism). Warga Kashmir sering menyebut diri Kashmiriyat demi menunjukan identitas mereka. Bahkan ada istilah yang dipakai masyarakat Kashmir untuk mengekspresikan identitas wilayah mereka yakni sons of the soil, yang artinya seluruh keturunan Kashmir berhak atas wilayah Kashmir, Jammu, dan Azad Kashmir sebagai historic homeland dari seluruh keturunan Kashmir.
Masyarakat Kashmir juga dalam tradisi keagaman dan upacara-upacara adat lainya memiliki cirri khas tersendiri. Ciri khas ini terus dipertahankan sampai sekarang dan terus dijaga keaslianya.
Kesadaran ini menumbuhkan batas-batas antara orang Kashmir dan bukan. Masyarakat Kashmir mengangap mereka berada dalam satu etnis yang berbeda dan berhak atas tanah kelahiran mereka.Hal ini kemudian melahirkan nilai-nilai, kebiasaan-kebiasaan, dan dan pranata sosial yang khas dari rakyat Kashmir yang kemudian mereka jadikan identitas dan terus mereka pertahankan sampai sekarang. Dan akhirnya membangun klaim terhadap wilayah Kashmir, yakni Kashmir, Jammu dan Azad Kashmir sebagai punya mereka dan harus dipagari dari orang-orang non Kashmiriyat (Kashmir for Kashmirian).
Kenyataan ini semakin menumbuhkan batas-batas antara orang Kashmir dan bukan. Ditambah lagi keinginan untuk memagari Kashmir demi menjaga keutuhan masyarakat Kashmir semakin memperkokoh tembok pemisah antara etnis Kashmir dan bukan Kashmir. Primordialisme yang tinggi dari masyarakat Kashmir menumbuhkan sebuah rasa kebersamaan yang terus mereka bangun demi menjaga kelangsungan etnis mereka. Yang berbanding balik dengan yang mereka lakukan kepada orang-orang bukan keturunan Kashmir yang tinggal di Kashmir.
Akhirnya kesadaran akan kekitaan ini bertumbuh menjadi semacam nasionalme etnik dalam masyarakat Kashmir dan menginginkan kemerdekaan bagi etnis mereka.Ditambah lagi kenyataan bahwa selama berabad-abad otoritas tertinggi di Kashmir tidak pernah lagi ada di tangan orang Kashmir semakin membakar semangat orang Kashmir untuk lepas dari India dan menjadi sebuah negara yang Independen. Yang jelas kemerdekaan mereka tidak akan dengan mudah diberikan oleh India.
2.3.2. Bahasa
Dalam kehidupan bermasyarakatnya, masyarakat Kashmir memiliki bahasanya sendiri. Berbeda dengan mayoritas orang India yang menggunakan bahasa Hindi, orang Kashmir menggunakan bahasa Kashmiri. Kashmiri adalah bahasa yang digunakan oleh orang Kashmir sendiri dan hanya di wilayah Kashmir dan terus digunakan sampai sekarang.
Meski mayoritas masyarakat muslim India utara menggunakan bahasa Urdu, untuk membedakan diri dari orang Hindu India, masyarakat muslim Kashmir tetap menggunakan bahasa Kashmiri. Penyeragaman bahasa Hindi sebagai bahasa nasional India dianggab sebagai Hindunisasi India. Sehingga masyarakat Muslim India menggunakan bahasa mereka sendiri.
Penggunaan bahasa ini semakin memperjelas perbedaan antara masyarakat di India. Meski bahasa nasional India adalah Hindi, orang Kashmir dan kaum Muslim India tetap menggunakan bahasa mereka. Serta meski Kashmir mayoritas Muslim, masyarakatnya tetap menggunakan bahasa Kashmiri bukan bahasa Muslim India yaitu Urdu.
Akibatnya, meski Kashmir merupakan negara bagian India yang mayoritas penduduknya muslim, terjadi perbedaan antara kaum muslim India secara keseluruhan dengan muslim Kashmir. Dengan pengunaan bahasa mereka sendiri Kashmiri, orang Kashmir membedakan diri dengan orang – orang Hindu India, dan orang-orang muslim India.
Dengan adanya penggunaan bahasa yang berbeda ini tentu saja secara tidak langsung merusak hubungan sosial dan menumbuhkan sentimen - sentimen antara kelompok Kashmir, Hindu, dan muslim India.Penggunaan bahasa masing-masing tentu saja karena kelompok tersebut ingin membedakan diri dan tidak mau dianggap sama dengan kelompok-kelompok lain.
Pada akhirnya Bahasa menjadi faktor pendukung nasionalisme masyarakat Kashmir yang hendak merdeka. Setelah secara etnis berbeda dengan etnis-etnis di India, sekarang dengan bahasanya semakin mempertinggi tembok pemisah antara masyarakat Kashmir dan bukan masyarakat Kashmir.Tidak hanya itu sentimen – sentimen sosial pun muncul di masyrakat dengan potensi konflik dan akhirnya perselisihan serta kekerasan sangat besar.
Sehingga dewasa ini Bahasa menjadi faktor penting yang menjadi pembeda dalam masyarakat India. Perbedaan ini kemudian berkembang menjadi sentimen-sentimen antar kelompok akibatnya muncul perpecahan dalam masyarakat, konflik dan tidak jarang sampai pada aksi-aksi kekerasan yang melahirkan kelompok-kelompok terorisme baru.
2.3.3. Agama
India merupakan negara besar dengan mayoritas penduduknya menganut agama Hindu. Sekitar 1.1 miliyar penduduk India 15% diantaranya memeluk Islam. Kashmir merupakan negara bagian India dengan penduduk beragama islam terbanyak di India.
Dinasti Mughal yang masuk di Kashmir membuat mayoritas masyarakatnya memeluk Islam.Islam bercampur dengan kebudayaa masyarakat Kashmir dan terus berkembang sampai saat ini. Tradisi islam di Kashmir sangat kuat berbeda dengan di daerah-daerah lain. Karena penduduknya mayoritas muslim, Kashmir pun ikut menjadi wilayah dengan identitas islam.
Dalam tradisi keagamaan masyarakat Kashmir jauh lebih menonjol dari pada para pemeluk islam India. Muslim Kashmir lebih sungguh-sungguh dalam mempraktekan syariat dan lebih ketat dalam menjaga kemurnian praktek-praktek keagamaan sehari-hari.Islam di Kashmir tidak banyak mengalami kemunduran meski silih berganti diperintah non muslim, masyarakat Kashmir mampu mempertahankan orijinalitas ajaranya.
Pada tahap tertentu Islam sudah membaur dalam masyarakat Kashmir dan menyatu dengan kebudayaan masyarakat Kashmir. Dalam tradisi-tradisi dan upacara-upacara keagamaan bahasa Kashmiri dipakai sebagai bahasa pengantar selain bahasa arab. Penggunaan Kashmiri dalam acara-acara keagamaan menyebabkan bahasa ini identik dengan muslim Kashmir. Agama menjadi medium bagi penyebaran bahasa kashmiria dan tradisi ini terus diturunkan kepada anak cucu mereka.
Berbeda dengan islam di Kashmir yang berkembang sejak dinasti Mughal, Hindu di India telah lama ada. Agama hindu di India telah menjadi identitas nasional karena mayoritas penduduknya menganut Hindu. Selain menjadi agama, Hindu juga telah menyatu dengan kebudayaan orang India, bahkan telah menjadi budaya orang India itu sendiri.Akibatnya kelangsungan Hindu terus dipertahankan dan tradisi-tradisinya terus dilestarikan masyarakat India tanpa mengalami kesulitan apapun.
Ada juga agama Sikh (gabungan Hindu dan Islam), Jain dan Budha yang tersebar di seluruh wilyah India dengan kebudayaan dan penyebaranya masing-masing. Dengan mayoritas pemeluk Sikh ada di Punjab dan Jain dan Budha tersebar di seluruh India.
Hindu dan Islam memiliki nilai-nilai yang jelas berbeda. Hindu percaya pada politeisme dan hirarki sedangkan Islam percaya pada monoteisme dan egaliterisme. Bagi hindu simbol-simbol utama adalah kitab suci, berhala, kuil, Brahim (sendi utama hirarki kasta), dan sapi. Brahim dan lebih-lebih lagi sapi adalah bendera tradisional Hindu. Bagi muslim simbol-simbol utama adalah qur’an, Nabi, dan barang-barang peninggalanya,masjid, pusara orang suci, dan lebih umum makam, tulisan arab, dan teori supermasi hukum islam.
Yang dalam perjalanan sejarah konflik Kashmir, kelompok-kelompok dengan fanatisme serta militansi tinggi terhadap agama inilah yang menjadi cikal bakal dari kelompok-kelompok teroris yang ada sekarang.
Ketiga faktor diataslah yang menjadi akar permasalahan dan konflik selama ini di Kashmir. Adanya perbedaan mendasar dari segi Etnis,Bahasa,dan Agama inilah yang mendorong timbulnya perpecahan. Sudah jelas bahwa ada perbedaan yang sangat esensial antara India dan Kashmir sehingga tidak mungkin disatukan dalam sebuah negara. Meski sudah berhasil disatukan dalam satu atap negara Indi sentimen-sentimen dan konflik akan terus berkembang di bawah tanah antara penduduk Kashmir dan non Kashmir, tinggal menunggu di picu oleh faktor-faktor lain dan bentrokan akan kembali terjadi. Sehingga untuk memahami koflik dan terorisme di Kashmir secara lebih komperhensif perlu diuraikan faktor-faktor pemicu utama yang menyebabkan konflik, bentrokan , kerusuhan dan munculnya kelompok-kelompok terorisme.
2.4. Faktor Pemicu Konflik dan Terorisme di Kashmir
Sudah ada tiga faktor yang menjadi akar dari konflik dan kekerasan di Kashmir. Ketiga faktor tersebut terus berkembang di masyarakat India terlebih Kashmir sampai saat ini. Muncul jurang pemisah yang secara tidak langsung memisahkan masyarakat Kashmir dengan masyarakat India lainya. Baik yang rasa perbedaan yang dibangun oleh penduduk Kashmir sendiri ataupun yang diciptakan oleh orang-orang India di luar Kashmir termasuk pemerintah. Sehingga Kashmir dewasa ini jelas sangat rentan dengan konflik.
Konflik terjadi saat ketiga faktor utama di atas di tiup kepermukaan. Saat sentiment Agama,Etnis, dan Bahasa di angkat kepermukaan jelas bentrokan tidak bisa dihindari lagi. Tapi yang menjadi pertanyaan dengan apa dan bagaimana sentimen – sentimen di angkat kepermukaan dan dibakar menjadi konflik sosial, bahkan sengaja dibuat untuk merusak kehidupan sosial yang ada yang selama ini memang telah rentan.
2.4.1. Sejarah
Sejarah perjalanan rakyat Kashmir adalah sejarah penindasan dan penjajahan. Baik dari era kekuasaan dinasti Mughal, Hindu Dogra, sampai Inggris, masyarakat Kashmir selalu dikuasai dan didiskriminasi. Bahkan pada era kekuasaan Maharaja Singh Kashmir secara sepihak diserahkan kepada India sebagai bagian integral dari negara India. Sejak era itu Kashmir tidak pernah lagi diperintah oleh orang Kashmir asli.
Selain sejarah penindasan ada juga sejarah diskriminasi agama. Peruntuhan masjid Babri di Ayodhya Uttar Padresh selatan Kashmir menyisakan kemarahan sampai sekarang. Bagaimana tidak dikomandoi pemerintah sendiri lewat partai nasonalis Hindu masjid bersejarah orang islam itu dirobohkan. Bahkan yang lebih menyedihkan lagi aktor-aktor dibalik kejadian itu tidak pernah ditindak oleh pemegang kekuasaan di India periode-periode selanjutnya.
Dan fakta sejarah yang paling memicu adanya pemberontakan dari rakyat Kashmir adalah hak referendum yang tidak diberikan oleh pemerintahan India. Kesepakatan Hari Singh selaku pemimpin Kashmir pada tahun 1947 dengan pemerintah India untuk membantu Kashmir dinilai salah. Kashmir tidak seharusnya membuat kesepakatan dengan pemerintahan India apa lagi sampai meratifikasi masuknya Kashmir sebagai wilayah integral India. Apalagi PBB telah mengeluarkan resolusi agar penduduk Kashmir haris diberikan hak untuk memilih sendiri nasib mereka. Yang hak hak tersebut diabaikan oleh pemerintah India dan tetap mempertahankan Kashmir.
Faktor-faktor di atas meski sudah berlalu sangat besar pengaruhnya hingga pada saat ini. Fakta sejarah ini jika diangkat ke permukaan banyak menimbulkan efek yang kuat dalam kehidupan masyarakat. Protes serta ketidakpuasan masa lalu ini pada era saat ini seringkali sengaja diangkat untuk membakar kembali semangat rakyat Kashmir untuk merdeka. Semangat inilah yang menjadi pemicu munculnya kelompok-kelompok teroris dan pemeronyak di Kashmir yang bergerak untuk mencari kemerdekaan bagi orang Kashmir.
2.4.2. Separatisme
Setelah mengalami perjalanan konflik yang panjang sejak bergabung dengan India telah terjadi perubahan-perubahan mendasar pada masyarakat di Kashmir. Sejak kemerdekaan mereka tidak diberikan oleh India pada tahun 1947 masyarakat Kashmir memulai usaha-usahanya untuk melepaskan diri dengan cara-cara mereka sendiri. Gerakan separatis ini tentu saja mendapat gempuran keras dari aparat keamanan India yang berbuah kekerasan dan kematian.
Perjuangan separatisme masyarakat Kashmir dewasa ini telah berbeda jauh dengan perjuangan mereka sebelum tahun abad ke-20.Konflik yang pecah sepanjang tahun 1990an telah menandai babak para perlawanan Kashmir untuk memisahkan diri dari India. Perlawanan pada dewasa ini lebih terorganisir dan lebih banyak melibatkan kelompok-kelompok perlawanan. Kali ini perlawanan disiapkan dengan rapih dan matang dengan keterlibatan kelompok-kelompok lain yang semakin banyak.
Dewasa ini perjuangan separatisme orang Kashmir lebih banyak diisi oleh anggota – anggota masyarakat yang lebih terdidik . Kali ini perlawanan melibatan seluruh masyarakat Kashmir dari kelas bawah, menengah, dan keatas. Selain itu masyarakat Kashmir telah memiliki kesadaran politik dan paham akan hak yang mereka tuntut.
Selain itu gerakan – gerakan separatisme yang muncul mulai diisi oleh generasi muda yang merasakan langsung dampak dari konflik berkepanjangan antara tahun 1990 sampai 2000. Hal ini membuat perlawanan jauh lebih militan dari perlawanan – perlawanan sebelumnya.
Serta yang paling menonjol adalah bentuk perlawawan dengan metode perjuangan yang lebih keras dan militan. Sasaran – sasaran juga semakin luas yang menargetkan fasilitas-fasilitas umum dan orang – orang non muslim. Dengan tuntutan yang semakin keras disuarakan yakni kemerdekaan dari wilayah India.Meski didalamnya masih terjadi perselisihan, apakah mau bergabung dengan Pakistan atau mendirikan negara Kashmir merdeka sendiri.
2.4.3. Hindunisasi India
Dari dulu sampai sekarang isu-isu hindunisasi masyarakat India terus bergema. Meski terdapat perbedaan yang berarti pada era sebelum tahun 2000 dan dewasa ini namun secara tujuan tetap tidak berubah.Proses hindunisasi ini sering disebut sebagai Nasionalisme India yang dijalankan oleh kelompok – kelompok Hindu fundamentalis. Sebelum tahun 2000 kampanye anti muslim dan penyerangan terhadap masyarakat muslim jelas terjadi. Bahkan pada periode ini pemerintah India tidak bisa berbuat banyak. Dewasa ini kampanye – kampanye sejenis masih terjadi namun bergerak di bawah tanah.
Adapun tujuan dari Hinduisasi India adalah yang pertama,adalah untuk menerapkan berbagai ajaran dan tradisi Hindu sebagai suatu dasar yang mutlak bagi eksistensi India. Masyarakat Hindu yang mayoritas tidak bisa terima haknya disamakan dengan masyarakat minoritas lainnya. Sehingga muncul du aide penting dalam gerakan ini yaitu Hindutva (Ethos Hindu) dan Hindurashtra (Bangsa Hindu).
Kedua, gerakan ini cenderung anti barat dan melancarkan serangan-serangan kepada pemimpin yang beritingkah kebarat-baratan. Kaum militant ini tidak ingin terjadi penyebaran agama Kristen di India oleh orang barat.
Ketiga, gerakan ini didasarkan pada sikap militerisme dan kekerasan seperti tercermin dalam slogan mereka yakni, Hindukan segala politik dan militerkan Hindu raya.
Hal ini tentu saja mendapat tantangan keras dari seluruh masyarakat non Hindu di India apalagi di Kashmir. Sebagai wilayah yang mayoritas muslim, orang Kashmir tentu saja tidak bisa menerima proses hindunisasi ini. Proses ini dianggap sebagai pelecehan bagi orang Kashmir dan pelanggaran terhadap hak – hak asasi mereka.
Kegiatan ini tentu saja menuai protes dari orang – orang Kashmir. Tidak hanya protes apabila proses ini kemudian dipaksakan tentu saja menimbulkan kemarahan masyarakat muslim Kashmir dan akhirnya menyebabkan bentrokan dengan kelompok – kelompok militan Hindu.
2.4.4. Letak Geografi
Dilihat dari letak geografis, wilayah Kashmir adalah salah satu wilayah yang paling rawan kekerasan di India. Kashmir berada di wilayah utara India yang disebut sebagai wilayah dengan pusat terorisme. Wilayah ini adalah Wilayah Punjab dan Uttar Pradesh serta Jammu dan Kashmir. Selain berada diwilayah dengan pusat terorisme di India, Kashmir juga berbatasan langsung dengan Pakistan yang notabene merupakan musuh dari India dan tidak jarang mengalami konflik bahkan perang terbuka.
Di wilayah Punjab bermukim mayoritas masyarakat Sikh di India. Punjab dianggap sebagai daerah milik orang-orang Sikh. Sama seperti Kashmir, masyarakat di Punjab juga menginginkan adanya negara sendiri yakni negara Punjab sebagai negara dari orang-orang Sikh. Hal ini mengakibatkan perselisihan dan aksi – aksi kekerasan terjadi juga di wilayah Punjab dan Uttar Pradesh ( tempat masjid Babri) antara orang – orang Sikh dengan aparat keamanan India.
Kondisi di Punjab sangat besar pengaruhnya bagi masyarakat Kashmir. Orang Kashmir semakin giat menuntut kemerdekaannya apabila terjadi kekacauan di Punjab. Hal ini dilakukan dengan asumsi bahwa akan semakin memperkeruh keadaan dan memudahkan para kelompok – kelompok militant Kashmir menyerang aparat – aparat India yang sibuk mengatasi konflik diPunjab.Dengan dua wilayah yang ingin merdeka tentu saja akan sulit bagi pemerintah India untuk mengatasinya membuat penduduk Kashmir semakin giat memperjuangkan kemerdekaanya.
Selain di Punjab, kondisi di perbatasan India dan Pakistan juga sangat mempengaruhi gerakan-gerakan separatisme di Kashmir. Pakistan yang jelas – jelas mendukung Kashmir untuk merdeka dan bergabung dengan Pakistan membuat wilayah perbatasan rawan akan konflik. Isu – isu pengiriman tentara dari Pakistan untuk membantu rakyat Kashmir membuat pemerintah India semakin sibuk menjaga perbatasan.
Fakta bahwa sepanjang sejarah India dan Pakistan sudah 3 kali terlibat perang terbuka membuat wilayah perbatasan kedua negara ini sangat sensitf. Sedikit saja terjadi pergerakan dari tentara masing-masing negara segera di respon oleh negara lain dan tidak jarang direspon langsung dengan kontak senjata. Wilayah Kashmir yang mencakup perbatasan dengan Pakistan juga sangat rawan menjadi korban dari peperangan di perbatasan.
Sehingga dengan Kashmir berada diantara dua wilayah rawan konflik semakin memperkeruh suasana. Di selatan ada Punjab dan Uttar Pradesh dan di utara ada Pakistan. Konflik yang terjadi di Punjab bisa dengan cepat menjadi konflik di Kashmir serta bisa dengan cepat membuat tegang perbatasan India – Pakistan di Kashmir. Sehingga ada soal kerusuhan dan terror sedikit saja bisa menjadikan wilayah Kashmir sebagai medan pertempuran demi mencapai tujuan – tujuan kelompok teroris yang ada.
Dengan meningkatnya isu – isu diatas dapat dengan segera memicu konlik yang sudah mengakar lama pada masyarakat Kashmir. Perbedaan yang kian jelas semakin memperdalam jurang pembatas antara masyarakat di Kashmir dan di luar Kashmir. Ditambah diskriminasi oleh pemerintahan India semakin memperkeruh permasalahan. Apalagi jika fakta sejarah diangkat kembali bisa semakin membakar semangat separatisme orang Kashmir.
Selain itu semakin tingginya kesadaran orang-orang Kashmir akan hak – hak politiknya membuat kelompok – kelompok perlawanan baru muncul. Membawa panji separatisme kelompok – kelompok ini berubah menjadi kelompok teroris dengan anggota yang intelektual serta generasi muda yang militant dan berbahaya. Sehingga sedikit saja isu separatisme ini dilontarkan kepermukaan berarti bentrok antara aparat keamanan India dan kelompok – kelompok teroris tidak bisa dihindarkan.
Ditambah lagi munculnya kelompok – kelompok militan Hindu yang membawa panji Hindunisasi India membuat situasi Kashmir sebagai wilayah mayoritas Islam semakin membara. Tejadi sedikit saja kontak antara kelompok militan Hindu dengan kelompok separatisme Kashmir berarti perang. Yang kemudian bisa dengan mudah memicu kekacauan diseluruh wilayah India utara seperti yang terjadi pada kerusuhan tahun 1992di Ayodhya. Serta memberi kesempatan kepada Pakistan untuk memberikan bantuan senjata dan moril kepada kelompok separatisme Kashmir sudah cukup untuk menyulut api peperangan dan aksi terror yang berkepanjangan di Kashmir.
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Pengintegrasian wilayah Kashmir kedalam wilayah negara India adalah satu hal yang membawa beban sejarah yang sangat berat. Sampai dewasa ini beban sejarah ini belum bisa dibuang dan terus mengikuti perkembangan dan terus memlihara konflik di Kashmir. Terdapat perbedaan yang sangat mendasar antara masyarakat India umunya dan masyarakat Kashmir. Hal inilah yang menjadi akar konflik sepanjang sejarah Kashmir sampai sekarang yang sering dipicu oleh berbagai hal.
Mulai dari perbedaan etnis antara etnis Kashmir dan etnis- etnis lain di India telah memunculkan tembok pemisah yang tinggi. Perbedaan ini sengaja dijaga untuk memertahankan identitas orang Kashmir sebagai etnis yang berbeda.
Bahasa juga menjadi kendala besar dalam membangun keselarasan di Kashmir. Adanya perbedaan bahasa dengan mayoritas orang India menempatkan Kashmir sebagai kelompok yang berbeda dari kelompok – kelompok masyarakat di India. Pembedaan ini mengakibatkan munculnya keretakan dalam hubungan sosial orang Kashmir dan bukan orang Kashmir yang bermuara pada konflik laten dan bisa dipicuh menjadi kekerasan kapan saja.
Adapun agama menjadi salah satu akar permasalahan, konflik dan terorisme yang berkembang di Kashmir. Kashmir yang berada pada negara dengan mayoritas penduduknya Hindu tentu saja merasakan diskriminasi.Apalagi di wilayah Kashmir, masyarakat mayoritasnya adalah pemeluk Islam membuat masyarakat Kashmir tidak bisa menerima diskriminasi – diskriminasi keagamaan yang dilakuakan oleh pemerintah India. Apalagi nilai-nilai Islam dan Hindu sangat bertolak belakang membuat batas antara orang – orang muslim Kashmir dan orang – orang Hindu India. Hal ini semakin memperjelas perbedaan antara orang Kashmir dan bukan Kashmir sekaligus menjadi akar konflik yang setiap saat bisa dipicu dan mengakibatkan kerusuhan.
Faktor pemicu ini biasa datang dari pengalaman sejarah yang kelam oleh masyarakat Kashmir. Sejarah diskriminasi rakyat mereka selama bertahun – tahun serta aneksasi wilayah mereka oleh India menjadi faktor penyebab utamanya minculnya gerakan – gerakan terorisme baru. Hal ini terjadi karena kemarahan dan kebencian akan kenjadian akan masa lalu yang terus dipelihara ingatannya sampai sekarang oleh masyarakat Kashmir.
Tidak hanya itu, terus berlanjutnya diskriminasi dan marginalisasi penduduk Kashmir di India menumbuhkan rasa nasionalisme dari orang – orang Kashmir. Ketidakadilan yang terjadi menumbuhkan rasa ketidakpuasan yang akhirnya berujung pada keinginan untuk memisahkan diri.Kemunculan gerakan – gerakan sepratisme inilah yang mendapat respon dari pihak aparat keamanan India dan akhrinya menyebabkan bentrokan diantara kedua pihak.
Faktor pemicu selanjutnya adalah program Hindunisasi India. Hal ini jelas memicu protes keras dari seluruh mayarakat non muslim di India apalagi di Kashmir. Usaha – usaha kelompok militan Hindu ini jelas menjadi bara yang membakar konflik antara Hindu dan Islam yang pada akhirnya berujung pada perseisihan dan kerusuhan.
Yang terakhir adalah faktor geografis. Letak geografis Kashmir yang berada di utara India semakin membuat rawan daerah ini. Wilayah India utara adalah wialayah di mana kelompok terorisme paling banyak tersebar. Bahkan terdapat kelompok separatis lain di wilayah selatan Kashmir yakni Punjab yang menginginkan kemerdekaan juga. Sedangkan di uatara Kashmir adalah wilayah perbatasan dengan Pakistan yang sampai sekarang masih tegang. Sehingga terjadi konflik sekecil apapun di wilayah utara India dapat berakibat pada stabilitas Kashmir serta dapat menganggu keamanan Kashmir.
Sehingga perlu dipahami bahwa memang ada beberapa masalah yang memang menjadi akar konflik dan terorisme di Kashmir. Namun konflik terbuka tidak akan terjadi jika tidak dipicu oleh isu-isu dan masalah – maslah mendasar lainya. Sehingga perlu dibedakan mana yag menjadi akar konflik dan mana yang menjadi faktor – faktor pemicum konflik.
3.2. Saran
Melihat kasus kekerasan yang telah menelan puluhan ribu korban jiwa di Kashmir sangatlah menyedihkan. Kegagalan pemerintah India mengakomodir kebutuhan masyarakat Kashmir serta faktor – faktor perbedaan agama, Etnis, dan Ras membuat sulit terjalin persatuan dalam kesatauan negara India. Selain karena terdapat perbedaan yang sangat mendasar dari sendi – sendi kehidupan sosial masyarakat Kashmir dan masyarakat India umumnya, ternyata permusuhan itu sendiri terus dipelihara dengan asas fanatisme masing – masing kelompok.
Dengan kasus yang sedemikian kompleks ini perlu adanya perubahan sikap dari kedua belah pihak baik pemerintah India dan masyarakat Kashmir jika ingin masalah ini terselesaikan. Sebagai pemegang otoritas, pemerintah India sudah seharusnya bersikap adil terhadap seluruh penduduknya tanpa mebeda-bedakan. Dalam hal ini pemerintah harus mampu menyediakan hak – hak dasar yang telah lama hilang dari masyarakat Kashmir. Hak politik, kebebasan ekonomi dan aspek – aspek kehidupan lainya perlu dibuka bagi rakyat Kashmir.Kemudian menghentikan tindakan – tindakan represif aparat keamananya yang dapat melanggar asas – asas hak asasi manusia. Bila terlaksana, jelas rakyat Kashmir perlu membayar kewajibanya kepada India. Dengan bersikap terbuka serta meruntuhkan batas – batas primordialisme etnis, bahasa, dan teritorial dan mulai berlaku, berbangsa dan bernegara sebagai kesatauan negara India.
Namun jika pemerintah India tidak mampu menyediakan segala kewajibanya sebagai negara yang baik sudah sepatutnyalah mendapat balasan yang setimpal dari masyarakat Kashmir. Adalah lebih baik melepasan Kashmir sebagai negara independen sendiri. Hanya dengan cara ini konflik ini bisa terselesaikan. Beban sejarah yang dipikul pemerintah India dengan masyarakat Kashmir sangat kelam. Sehingga saat India tidak mampu menjadi pemerintah yang adil dan baik sudah sepantasnyalah Kashmir menuntut kemerdekaan mereka yang dengan cara apapun harus didapatkan.
DAFTAR PUSTAKA
Adjie, Suradji.2006. Terorisme. Grafindo, Jakarta.
Anwar Fortuna, Dewi, Bouvier, Helene, Smith, Tol, Roger.2005. Konflik kekerasan internal . Yayasan Obor Indonesia.Jakarta.
Goenawan, Permadi.2003. Fantasi Terorisme. PT. Masscom Media, Semarang.
Mashad, Dhurorudin.1999. Agama Dalam Kemelut Politik Dilema Sekularisme Di India. Cidesindo,Jakarta.
Muladi.2002. Demokrasi HAM dan Reformasi Hukum di Indonesia. The Habibie Center, Jakarta.
Syahdatul, Khafi.2006. Terorisme Ditengah Arus Global Demokras., Jakarta.
Tambunan Bangun Martua Edwin Martua.2004. Nasionalisme Etnik Kashmir dan Quebec” Intra Pustaka Utama,Semarang.
Walter, Laqueur.2005. New Terrorism Fanatisme dan Senjata Pemusnah Massal. Kreasi Wacana,Yogyakarta.
“India”, dalam http://ms.wikipedia.org/wiki/India, di akses 7 Mei 2011.
“Kashmir, Surga Dunia Yang Membara”, dalam http://zonaislam.net/?p=3443, diakses 26 Maret 2011.
“Kashmir”, dalam http://id.wikipedia.org/wiki/Kashmir, diakses 26 Maret 2011.
“Jammu and Kashmir”, dalam http://www.jammukashmir.com/archives/archives2003/kashmir20030617d.html, di akses 28 Juli 2011.
“2 pelaku teroris”, dalam http://berita-politik-dunia.infogue.com/2_pelaku_teroris_di_mumbai_ditangkap, di akses tanggal 28 Juli.
“Tentara musyrik India”, dalam http://arrahmah.com/read/2010/12/27/10454-tentara-musyrik-india-di-balik-pemboman-terhadap-masjid-di-kashmir.html , di akses tanggal 28 Juli 2011.
“Terorisme”, dalam http://id/wikipedia.org/wiki/terorisme, di akses tanggal 14 Januari 2011.
“Indonesia di Peta Terorisme Global”, dalam http;//www.polarhome.com , 28 Juli 2011.
“PERKEMBANGAN DAN PENINGGALAN DINASTI MOGHUL DI INDIA 1525-1857”, di unduh tanggal 25 November 2011 dari staff.uny.ac.id/
Teroris LeT ( Laskhar-e-Toiba) Membunuh 22 Orang Hindu di Kashmir, dalam http://islamnews.netne.net/?q=content/teroris-let-laskhar-e-toiba-membunuh-22-orang-hindu-di-kashmir di unduh tanggal 25 November 2011
“Bentrokan di Kashmir Tewaskan 5 Militan”, dalam http://www.voanews.com/indonesian/news/war/5-Militan-Tewas-di-Kashmir-128145758.html di unduh tanggal 25 November 2011
“Pakistan: Pasukan India Tewaskan 3 Tentara Pakistan di Kashmir”, dalam http://www.voanews.com/indonesian/news/Pakistan-Pasukan-India-Tewaskan-3-Tentara-Pakistan-di-Kashmir-128892403.html di unduh tanggal 25 November
“India - Terrorist, insurgent and extremist groups”, dalam http://www.satp.org/satporgtp/countries/india/database/OR_9-11_majorterroristattacks.htm, di unduh tanggal 1 Desember 2011
“Konflik Ayodhya, India Mencekam” , dalam http://harianjoglosemar.com/berita/konflik-ayodhya-india-mencekam-25825.html, di unduh tanggal 3 Desember 2011
Dhurorudin Mashad, Agama Dalam Kemelut Politik Dilema Sekularisme Di India, Cidesindo,Jakarta,1999, hal 11-13
“Musim Bunga Berdarah di Perbatasan”, dalam http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/1999/06/07/LN/mbm.19990607.LN95213.id.html di unduh tanggal 3 Desember 2011
1.1. Latar Belakang
India adalah sebuah negara besar berpenduduk mayoritas Hindu. Dari total 1,1 milyar penduduk India, 15% diantaranya atau sekitar 150 juta jiwa, menganut agama Islam. Oleh karena itu, Muslim adalah penduduk minoritas terbesar di India. Pecahnya India pada tahun 1947 menjadi India dan Pakistan didasari keyakinan oleh beberapa tokoh politik India saat itu bahwa Hindu dan Muslim tidak bisa hidup di bawah satu atap negara. Perpecahan berdarah pada bulan Agustus 1947 meninggalkan luka emosional dua komunitas besar di Asia Selatan ini. Berbicara tentang ketegangan dan pergolakan antara India dengan Pakistan, maka tidak dapat dijauhkan dari pembahasan tentang Kashmir.
Kashmir adalah sebuah wilayah di utara sub-benua India. Wilayah ini Kashmir pernah disebut sebagai “surga dunia” (paradise on earth) karena keindahan alam dan kesuburan tanahnya. Istilah Kashmir secara sejarah digambarkan sebagai sebuah lembah di selatan dari ujung paling barat barisan pegunungan Himalaya. Secara politik, istilah Kashmir dijelaskan sebagai wilayah yang lebih besar yang termasuk wilayah Jammu, Kashmir, dan Ladakh. “Vale of Kashmir” merupakan daerah yang relatif rendah dan sangat subur, dikelilingi oleh pegunungan dan dialiri oleh banyak aliran dari lembah-lembah, dan dikenal sebagai suatu tempat paling indah di dunia. Srinagar, ibu kota kuno, terletak di dekat Danau Dal, dan terkenal karena kanal dan rumah perahunya. Tepat di luar kota, terdapat taman Shalimar yang indah dibuat oleh Jehangir, Kaisar Mughal, pada 1619. Wilayah Kashmir terbagi oleh tiga negara yaitu Pakistan mengontrol barat laut, India mengontrol tengah dan bagian selatan Jammu dan Kashmir, dan Republik Rakyat China menguasai timur laut (Aksai Chin). Meskipun wilayah ini dalam prakteknya diatur oleh ketiga negara tersebut, India tidak pernah mengakui secara resmi wilayah yang diakui oleh Pakistan dan China. Pakistan memandang seluruh wilayah Kashmir sebagai wilayah yang dipertentangkan, dan tidak menganggap klaim India atas wilayah ini. Sebuah pilihan yang disukai banyak orang Kashmir adalah kemerdekaan, namun baik Pakistan dan India menentang hal ini.
Umat Islam di India merupakan golongan minoritas sementara golongan mayoritasnya merupakan agama Hindu, wilayah Kashmir merupakan wilayah dimana mayoritas Islam di India berada.
Diskriminasi terhadap umat Islam di India dan di Kashmir khususnya, terjadi berabad-abad dan terus berlangsung selama penjajahan Inggris di India. Di samping gerakan nasionalisasi Hindu yang ekstrim menyebabkan umat Islam di sana semakin terpojok dalam segala segi kehidupan, mulai dari segi politik, pendidikan, ekonomi.
Menurut kelompok hak asasi manusia di New Delhi, skor Muslim, pedagang mahasiswa dan profesional yang berhenti dicabik-kekerasan di Kashmir untuk bagian lain India dalam pencarian pendidikan dan kesempatan kerja telah menghadapi pelecehan dan diskriminasi meningkat sejak tahun 2001. Sebuah laporan oleh Uni Rakyat untuk Hak Demokrat mengatakan Kashmir Muslim di New Delhi menderita, rasa yang mendalam ketidakamanan dan kerentanan, dan korban pelecehan polisi, pencarian memalukan, intimidasi, penahanan sewenang-wenang dan tuntutan suap oleh polisi lokal di bawah dalih memerangi terorisme.
Tidak hanya diskriminasi yang diterima warga muslim di Kashmir tetapi juga penindasan terhadap warga muslim di Kashmir yang di lakukan oleh penegak hukum setempat, para tentara India tidak berpikir panjang ketika melakukan tembakan kepada warga sipil di Kashmir dan pemerintah tidak menanggapi laporan ketika terjadi penembakkan terhadap warga sipil di Kashmir terutama yang menjadi korban adalah warga muslim Kashmir.
Diskriminasi dan penindasan terhadap muslim di Kashmir merupakan hal-hal yang melatar belakangi aksi-aksi terorisme di India terutama di wilayah Kashmir, setiap warga muslim di India selalu di intimidasi oleh polisi dan di tuduh sebagai teroris padahal mereka hanya warga negara biasa yang menganut agama islam, dan polisi tidak berpikir panjang untuk menembak warga muslim yang menurut mereka teroris padahal mereka menembak warga muslim biasa dan berita seperti itu sering terjadi tetapi pemerintah tidak pernah mengurusnya.
Perebutan wilayah Kashmir ini di sebabkan karena tertindasnya muslim di Kashmir, diskriminasi yang terjadi di Kashmir ini memicu aksi-aksi terorisme di wilayah Kashmir dan India. Pakistan merupakan Negara tetangga India yang terus mendukung gerakan para gerilyawan muslim di Kashmir, karena itu Pakistan terus berusaha untuk merebut Kashmir dari India karena gerilyawan muslim di Kashmir meminta bantuan Pakistan agar dapat memisahkan diri dari India.
Banyak aksi terorisme yang terjadi di India terutama wilayah Kashmir, di wilayah Kashmir terdiri dari dua aksi teror yang pertama aksi teror dari gerilyawan muslim dan yang kedua aksi terror dari gerilyawan hindu sendiri.
Gerilyawan muslim sebagian besar di bantu oleh paksitan, wilayah Kashmir sendiri merupakan aksi teror yang dilakukan oleh gerilyawan muslim Kashmir yang di bantu oleh Pakistan. Salah satu bukti teroris Pakistan yang masuk ke India melalui jalur Kashmir. Polisi India menangkap dua pria yang diduga akan mengebom pangkalan minyak dan sebuah pertokoan di Mumbai, India. Kasus ini mengingatkan kita pada pengeboman oleh pria asal Pakistan di Mumbai yang menewaskan 166 orang 15 bulan lalu.
Sedangkan gerilyawan Hindu dibantu oleh anggota tentara India biarpun tidak semua tentara India terlibat organisasi teroris ini hanya satu dua tentara tetapi ada yang terbukti memiliki pangkat di kesatuannya sebagai berikut, terungkap bahwa seorang Letkol Purohit telah memasok bahan peledak RDX mematikan selain memberikan pelatihan ke ekstrimis dan teroris Hindu. Seperti yang diceritakan, Letkol Purohit mendirikan link nya selama masa jabatannya di wilayah Jammu dan Kashmir yang diduduki dan memasok senjata lain seperti Rasthtriya Rifles. Letkol Purohit terlibat dalam pelatihan pembuatan bom dan dana mengalir untuk mereka yang bersedia terlibat dalam ledakan itu.
1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan fakta-fakta yang ada maka dapat di ambil sebuah rumusan masalah sebagai berikut “ Apa penyebab terjadinya terorisme di wilayah Kashmir?
1.3. Tinjauan Pustaka
Terorisme memiliki makna berbeda bagi masing-masing orang. Dalam definisi resmi Amerika Serikat menyebutkan terorisme sebagai: “The calculated use of violence or threat of violence to attain goals that are political, religious, or ideological in nature through intimidation, coercion, or instilling fear”. (penggunaan kekerasan yang sudah di perhitungkan atau berupa ancaman kekerasan untuk mencapai tujuan politik, agama atau yang bersifat ideologis dengan bentuk-bentuk intimidasi, penggunaan kekerasan atau dengan menebarkan rasa takut.
Sementara itu, definisi terorisme menurut hukum Inggris juga memuat unsur-unsur serupa tetapi lebih terperinci “terorisme adalah tindakan kekerasan untuk tujuan politik, dan mencakup semua tindak kekerasan demi tujuan itu dengan mengakibatkan ketakutan pada masyarakat”. Terorisme pada umumnya didefinisikan sebagai penggunaan atau ancaman kekerasan, oleh kelompok-kelompok kecil terhadap kelompok-kelompok yang lebih besar untuk mencapai tujuan politik. Jelas didalamnya terkandung pengertian bahwa terorisme adalah “perang yang dilancarkan dari kelompok lemah atau tertindas”, suatu aksi pembalasan oleh kelompok-kelompok atas tuntutan karena cara-cara konvensional tidak lagi membuat hasil.
Istilah teroris oleh para ahli kontra terorisme dikatakan merujuk kepada para pelaku yang tidak tergabung dalam angkatan bersenjata yang dikenal atau tidak menuruti peraturan angkatan bersenjata tersebut. Aksi terorisme juga mengandung makna bahwa serangan-serangan teroris yang dilakukan tidak berperikemanusiaan dan tidak memiliki justifikasi, dan oleh karena itu para pelakunya (“teroris”) layak mendapatkan pembalasan yang kejam. Adapun ciri-ciri terorisme menurut Loudewijk F Paulus adalah:
a. Organisasi yang baik, berdisiplin tinggi, militant. Organisasi merupakan kelompok-kelompok kecil, berdisiplin dan militansi ditanamkan melalui indoktrinasi dan latihan bertahun-tahun.
b. Mempunyai tujuan politik, tetapi melakukan perbuatan criminal untuk mencapai tujuan.
c. Tidak mengindahkan norma-norma yang berlaku, seperti agama, hukum dan lain-lain.
d. Memilih sasaran yang menimbulkan efek psikologi yang tinggi untuk menimbulkan rasa takut dan mendapat publikasi yang luas.
Di lain pihak, suatu rumusan pengertian yang lebih panjang, tetapi pada dasarnya mempunyai inti-inti yang sama, yaitu terorisme adalah:
penggunaan atau ancaman kekerasan fisik oleh individu-individu atau kelompok-kelompok untuk tujuan-tujuan politik, baik untuk kepentingan atau melawan kekuasaan yang ada, apabila tindakan-tindakan terorisme itu dimaksudkan untuk mengejutkan, melumpuhkan, atau mengintimidasi suatu kelompok sasaran yang lebih besar dari pada korban-korban langsungnya. Terorisme melibatkan kelompok-kelompok yang berusaha untuk mengembangkan rezim-rezim tertentu, untuk mengoreksi keluhan-keluhan kelompok atau nasional, atau untuk menggerogoti tata politik internasional yang ada.
Terorisme sebagai isu dalam Hubungan Internasional bukanlah merupakan isu yang tiba-tiba muncul dan menarik perhatian komunitas Internasional. Saat ini terorisme adalah kata yang paling sering muncul dalam wacana publik, tetapi agaknya sejauh ini belum ada tanda-tanda kearah konseptualisasi yang lebih jernih.
Terorisme adalah Penggunaan kekerasan untuk menimbulkan ketakutan, dalam usaha mencapai suatu tujuan (terutama tujuan politik). Sedangkan teroris adalah orang yang menggunakan kekerasan untuk menimbulkan rasa takut (biasanya untuk tujuan politik), dan teror adalah perbuatan sewenang-wenang, kejam, bengis, dalam usaha menciptakan ketakutan, kengerian oleh seseorang atau golongan.
Selain itu, ada beberapa definisi tentang terorisme antara lain:
1. Menurut Konvensi PBB tahun 1937, terorisme adalah segala bentuk tindak kejahatan yang ditujukan langsung kepada negara dengan maksud menciptakan bentuk teror terhadap orang-orang tertentu atau kelompok orang atau masyarakat luas.
2. Menurut US Federal Bureau of Investigation (FBI), terorisme adalah penggunaan kekuasaan tidak sah atau kekerasan atas seseorang atau harta untuk mengintimidasi sebuah pemerintahan, penduduk sipil dan elemen-elemennya untuk mencapai tujuan-tujuan sosial atau politik.
3. Menurut Muhammad Mustofa, terorisme adalah tindakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang ditujukan kepada sasaran secara acak (tidak ada hubungan langsung dengan pelaku) yang berakibat pada kerusakan, kematian, ketakutan, ketidakpastian dan keputusasaan massal.
Beberapa teror yang terjadi di India sungguh sangat di luar dugaan. Teror yang muncul beberapa tahun terakhir ini menambah panjang daftar pelaku teror di India, karena beberapa kelompok yang melakukan aksinya beberapa tahun terakhir merupakan kelompok teroris baru.
Berkembangnya terorisme ditandai dengan bentuk fanatisme aliran kepercayaan yang kemudian berubah menjadi pembunuhan, baik yang dilakukan secara perorangan maupun oleh suatu kelompok terhadap penguasa yang dianggap sebagai tiran. Pembunuhan terhadap individu ini sudah dapat dikatakan sebagai bentuk murni dari Terorisme dengan mengacu pada sejarah Terorisme modern.
Walaupun istilah Teror dan Terorisme baru mulai populer abad ke-18, namun fenomena yang ditujukannya bukanlah baru. Menurut Grant Wardlaw dalam buku Political Terrorism (1982), manifestasi Terorisme sistematis muncul sebelum Revolusi Perancis, tetapi baru mencolok sejak abad ke-19. Dalam suplemen kamus yang dikeluarkan Akademi Perancis tahun 1798, terorisme lebih diartikan sebagai sistem rezim teror.
Kata Terorisme berasal dari Bahasa Perancis ”le terreur” yang semula dipergunakan untuk menyebut tindakan pemerintah dari hasil Revolusi Perancis yang mempergunakan kekerasan secara brutal dan berlebihan dengan cara memenggal 40.000 orang yang dituduh melakukan kegiatan anti pemerintah.
Selanjutnya kata Terorisme dipergunakan untuk menyebut gerakan kekerasan anti pemerintah di Rusia. Dengan demikian kata Terorisme sejak awal dipergunakan untuk menyebut tindakan kekerasan oleh pemerintah maupun kegiatan yang anti pemerintah. Terorisme muncul pada akhir abad ke-19 dan menjelang terjadinya Perang Dunia-I, terjadi hampir di seluruh belahan dunia.
Sejarah mencatat pada tahun 1890-an aksi terorisme di Armenia melawan pemerintah Turki, yang berakhir dengan bencana pembunuhan masal terhadap warga Armenia pada Perang Dunia I. Pada dekade tersebut, aksi terorisme diidentikkan sebagai bagian dari gerakan sayap kiri yang berbasiskan ideologi karena Mereka percaya bahwa terorisme adalah cara yang paling efektif untuk melakukan revolusi politik maupun sosial, dengan cara membunuh orang-orang yang berpengaruh.
Kemudian setelah pasca Perang Dunia II, dunia tidak pernah mengenal “damai”. Berbagai pergolakan berkembang dan berlangsung secara berkelanjutan. Konfrontasi negara adikuasa yang meluas menjadi konflik Timur – Barat dan menyeret beberapa negara Dunia Ketiga ke dalamnya menyebabkan timbulnya konflik Utara – Selatan sehinggadapat membuat dunia bergejolak. Ketidakstabilan dunia dan rasa frustasi dari Negara Berkembang dalam menuntut hak-hak yang dianggap fundamental dan membuka peluang untuk muncul dan meluasnya terorisme.
Fenomena terorisme meningkat sejak permulaan dasa warsa 70-an. Terorisme dan teror telah berkembang dalam sengketa ideologi, fanatisme agama, perjuangan kemerdekaan, dan pemberontakan. Bahkan juga terorisme oleh pemerintah dianggap sebagai cara dan sarana menegakkan kekuasaannya. Terorisme gaya baru mengandung beberapa karakteristik:
1. Ada maksimalisasi korban yang sangat mengerikan.
2. Keinginan untuk mendapatkan liputan di media massa secara internasional dengan cepat.
3. Tidak pernah ada yang membuat klaim terhadap terorisme yang sudah dilakukan.
4. Serangan terorisme itu tidak pernah bisa diduga karena sasarannya sama dengan luasnya seluruh permukaan bumi.
ISI
2.1. Sejarah Perkembangan Konflik Kashmir
Sejak awal, Kashmir merupakan suatu daerah terisolasi yang termasuk dalam wilayah India. Wilayah India dulu meliputi India, Pakistan dan Bangladesh yang sekarang sudah terpecah menjadi negara sendiri. India merupakan tempat dimana 4 agama dunia lahir yakni ; Hindu, Budha, Sikh , dan Jain. Jauh sebelum masehi India merupakan pusat peradaban agama dan kebudayaan Hindu. Baru setelah abad ke-8 masehi pengaruh Islam masuk ke India dari Jazirah Asia Barat.
Kemudian pada abad ke-12 Kutbu’ddin Aibak berhasil menaklukan India dan mendirikian kesultanan Delhi. Sejak saat itu perkembangan agama Islam di India semakin pesat dan tercatat terdapat 4 dinasti Islam berikutnya yang berkuasa di India. Baru pada era dinasti Mughal (1526-1857) kejayaan Islam berakhir karena dinasti Mughal berhasil di taklukan oleh Inggris dan kemudian Pemerintahan Inggris menjadikan India sebagai wilayah jajahanya sampai pertengahan abad ke-20.
Sementara itu Kashmir yang wilayahnya terpencil di Utara India telah membuat wilayah ini sebagai suatu daerah otonomi yang bebas dan mengatur dirinya sendiri layaknya sebuah negara. Hal ini sudah terjadi jauh sebelum peradaban Islam masuk sampai akhirnya dinasti Mughal menduduki Kashmir pada akhir abad ke-15. Selama periode itu berbagai agama (Hindu,Budha,Islam) datang silih berganti di Kashmir. Gelombang kedatangan agama yang terakhir yakni Islam, membuat penduduk Kashmir mayoritas memeluk Islam.
Setelah dinasti Mughal runtuh, wilayah Kashmir berpindah tangan menjadi wilayah kekuasaan Inggris. Namun berbeda dengan wilayah-wilayah jajahan Ing gris lainya di India, Kashmir diberi otonomi khusus (princely state) oleh pemerintahan Inggris dan bebas menyelenggarakan pemerintahanya sendiri asalkan tetap mengakui Inggris sebagai kekuasaan tertinggi. Yang pada waktu itu kepala suku Hindu Dogra lah yang ditunjuk Inggris sebagai pemimpin di Kasmir. Pada masa inilah pertama kali benih-benih kekerasan dan terorisme mulai marak di wilayah Kashmir.
Diskriminasi pada masyarakat Kashmir sudah terjadi sejak Kashmir dibawah kekuasaan dinasti Mughal. Kemudian setelah dinasti Mughal runtuh, diskriminasi tetap terjadi di Kashmir yang kali ini berada di bawah kendali Inggris. Di bawah pemerintahan Rajput-Rajput Hindu Dogra masyarakat muslim Kashmir mengalami tekanan dan diskriminasi yang hebat. Semakin banyak pelanggaran hak asasi manusia serta marginalisasi rakyat Kashmir dari lapangan kerja yang sepenuhnya dikuasai oleh Hindu Dogra. Tidak hanya itu, karena Partai Kongres India yang dibentuk pada 1887 dikuasai sepenuhnya oleh kelompok Hindu meski katanya sekular tapi kenyataanya sangat pro aspirasi Hindu. Tidak jarang kebijakan pro aspirasi Hindu yang dikeluarkan bertentangan dengan tradisi masyarakat Muslim India terutama Kashmir yang mayoritas Muslim.
Posisi marginal (pinggiran) tentu tidak dapat diterima rakyat muslim Kashmir. Akhirnya dipelopori Syed Ahmad Khan kalangan Muslim menuntut diberikanya hak yang sama bagi kaum Muslim dalam parlemen yang kemudian pada tahun 1906 Liga Muslim India dibentuk sebagai tandingan Partai Kongres India. Kemudian pada tahun 1931 terjadi pemberontakan oleh rakyat Kashmir yang diakhiri dengan peristiwa berdarah. Terjadi pembantaian terhadap para petugas keamanan oleh penduduk Muslim Kashmir.Penduduk Kashmir berharap penindasan dan diskriminasi yang terjadi selama ini segera di akhiri dan menuntur kesamaan hak. Lalu dipelopori Mohammad Iqbal dan Mohammad Ali Jinnah masyarakat Muslim India menuntut sebuah negara yang tepisah dari India.
Akhirnya dengan berakhirnya perang dunia II Inggris secara resmi memberikan kemerdekaan kepada kepada India. Pemerintah Inggris secara resmi mengeluarkan dekrit dan menghapus segala bentuk penjajahan di India serta membagi India dan Pakistan dengan Pakistan sebagai sebuah negara Islam tepatnya pada agustus 1947.Kemudian Kashmir yang waktu itu menjadi daerah yang Independen dipersilahkan Inggris untuk memilih apakah mau bergabung dengan India atau Pakistan.
Kashmir yang pada saat partisi dipimpin oleh Maharaja Hari Singh belum menentukan pilihan apakah akan bergabung dengan India atau Pakistan. Di satu sisi banyak tekanan dari masyarakat muslim Kashmir untuk bergabung dengan Pakistan, namun ada juga masyarakat muslim Kashmir yang masih loyal terhadap India.
Akhirnya pada masa penundaan ini tepatnya oktober 1947 terjadi pemberontakan di daerah Poonch dan akhirnya meluas mencapai barat laut Kashmir dan menyulut perang terbuka. Pakistan bersama warga Pathan dan Muslim Kashmir melakukan pemberontakan dan menduduki Muzafarbad kemudian menghalau masyarakat Hindu dan mengusir mereka. Kemudian pada tanggal 24 oktober kelompok ini memproklamasikan berdirnya negara Azad Kashmir dan terus melancarkan serangan untuk merebut ibukota Kashmir, Srinagar.
Pada kondisi ini Hari Singh selaku pemimpin Kashmir kehilangan kepercayaan masyarakat Kashmir yang menuntut kemerdekaan Kashmir. Singh kehilangan kendali atas semua kerusuhan yang terjadi di Kashmir. Akhirnya Singh memutuskan untuk meminta bantuan dari New Delhi demi menyelesaikan masalah di Kashmir. Akhirnya India bersedia membantu namun dengan satu syarat yakni Kashmir menjadi bagian dari India. Setelah Instrument Of Acession ditandatangani Singh India pun mengirim pasukan ke Kashmir dan terjadilah perang terbuka melawan Kaum Militan Kashmir dan Pakistan. Hasilnya Pakistan berhasil dipukul mundur dan 2/3 dari wilayah Kashmir menjadi milik India.Alhasil pada 6 Februari 1951 para wakil rakyat Kashmir meratifikasi Jammu dan Kashmir sebagai bagian integral India.
Sejak saat itu lah terorisme dan kekerasan di Kashmir berkembang pesat sampai sekarang. Hubungan anatara India dan Pakistan selalu dingin sampai sekarang akibat masalah Kashmir. Terlebih lagi sentimen-sentimen berbau sara semakin marak terjadi dan berujung pada kekerasan dan kematian.Yang sampai dewasa ini belum ada titik terang bagi penyelesaian masalah ini.
2.2. Terorisme di Kashmir
Penggabungan Kashmir ke wilayah integral India telah membuat hubungan India dan Pakistan semakin memanas. Tidak hanya itu, munculnya kelompok-kelompok terorisme baru yang menginginkan kemerdekaan bagi Kashmir semakin menjamur. Hal ini muncul karena India tidak melaksanakan referendum bagi rakyat Kashmir untuk mendapat hak memilih apakah mau merdeka atau bergabung dengan Pakistan.
Sejak Kashmir menjadi wilayah India, konflik dan kekerasan semakin sering terjadi. Munculnya kelompok – kelompok radikal baru di Kashmir semakin membuat Kashmir rentan konflik dan kekerasan. Kemunculan kelompok radikal di Kashmir juga di ikuti dengan berdirinya partai nasionalis India yang sangat fanatik. Sampai sekarang wilayah Kashmir masih menjadi wilayah konflik dengan intensitas bentrokan yang tinggi.
Pakistan adalah salah satu pihak yang terus mendukung pemberontak dan kaum radikal di Kashmir untuk merdeka dan bergabung dengan Pakistan. Tidak hanya Pakistan, Afghanistan dan Arab Saudi pun turut memberi bantuan dan dukungan bagi kelompok-kelompok teroris di Kashmir. Hal inilah yang membuat bentrokan dan kontak senjata sering terjadi di wilayah perbatasan antara India dan Pakistan. Pakistan terus saja memberikan dukungan politis dan emosional bagi rakyat Kashmir untuk merdeka dan mengirim tentara untuk menyeberang ke wilayah India. Tidak hanya di Kashmir, Pakistan bahkan menyerang kota-kota lain di India.
Bentrokan juga terjadi antara pemberontak Kashmir yang menginginkan kemerdekaan negara Kashmir dengan pasukan keamanan India. Yang dalam kurun waktu 10 tahun terakhir telah memakan korban jiwa yang tidak sedikit. Kasus – kasus terror, bom, dan penembakan sepanjang tahun 2000-2010 terus terjadi.
Aksi balas membalas terus terjadi . Jika buka kelompok islam yang menjadi korban dari aksi teror dan tindakan represif dari aparat keamanan India pasti kelompok Hindu yang menjadi korban.
Sampai saat ini tercatat ada 32 kelompok teroris yang aktif di Kashmir;
1. Lashkar-e-Omar (LeO)
2. Hizb-ul-Mujahideen (HM)
3. Harkat-ul-Ansar (HuA, sekarang dikenal sebagai Harkat-ul Mujahideen)
4. Lashkar-e-Toiba (LeT)
5. Jaish-e-Mohammed (JeM)
6. Harkat-ul Mujahideen (HuM, sebelumnya dikenal sebagai (Harkat-ul-Ansar)
7. Al Badr
8. Jamait-ul-Mujahideen (JuM)
9. Lashkar-e-Jabbar (LeJ)
10. Harkat-ul-Jehad-i-Islami
11. Al Barq
12. Tehrik-ul-Mujahideen
13. Al Jehad
14. Jammu & Kashir National Liberation Army
15. People’s League
16. Muslim Janbaz Force
17. Kashmir Jehad Force
18. Al Jehad Force (combines Muslim Janbaz Force and Kashmir Jehad Force)
19. Al Umar Mujahideen
20. Mahaz-e-Azadi
21. Islami Jamaat-e-Tulba
22. Jammu & Kashmir Students Liberation Front
23. Ikhwan-ul-Mujahideen
24. Islamic Students League
25. Tehrik-e-Hurriat-e-Kashmir
26. Tehrik-e-Nifaz-e-Fiqar Jafaria
27. Al Mustafa Liberation Fighters
28. Tehrik-e-Jehad-e-Islami
29. Muslim Mujahideen
30. Al Mujahid Force
31. Tehrik-e-Jehad
32. Islami Inquilabi Mahaz
Kelompok – kelompok ini terbagi kedalam 2 haluan yang berbeda dalam tujuanya. Yang pertama adalah kelompok teroris yang menginginkan kemerdekaan bagi negara Kashmir lepas dari India. Dan yang kedua adalah kelompok teroris yang menginginkan Kashmir berintegrasi dengan negara islam Pakistan. Dan tidak jarang terjadi bentrok satu sama lain.
Sepanjang tahun 2001 – 2010 kegiatan teror dan kekerasan terus memakan korban. Rakyat sipil Kashmir, aparat keamanan India, dan anggota kelompok teroris itu sendiri telah banyak yang tewas.Dengan jumlah korban terbanyak ada di pihak kelompok-kelompok teroris.
Jammu and Kashmir Fatalities: 2001-2010
Civilians Security Force Personnel Terrorists Total
2001 1067 590 2850 4507
2002 839 469 1714 3022
2003 658 338 1546 2542
2004 534 325 951 1810
2005 521 218 1000 1739
2006 349 168 599 1116
2007 164 121 492 777
2008 69 90 382 541
2009 55 78 242 375
2010 36 69 270 375
Sumber : South Asia Terrorism Portal (SATP)
2.3. Akar Konflik dan Terorisme di Kashmir
Aksi-aksi teror yang berkembang selama ini di Kashmir tentu saja tidak terjadi begitu saja. Ada rentetan sejarah panjang yang mengiringi kemunculan-kemunculan kelompok ini. Mulai dari perselisihan dan konflik yang tentu saja memiliki alasan-alasannya masing-masing. Diawali dari diskriminasi pemerintahan kolonial Inggris sampai kelompok Hindu dogra terhadap masyarakat Kashmir, bibit konflik mulai tertanam. Munculnya Liga Muslim pertama kali pada awal abad ke-20 merupakan salah satu bentuk protes terhadap kesenang-wenangan pemerintah Hindu. Protes ini akhirnya bermuara pada pecahnya India dan Pakistan sekaligus menandai babak baru perkembangan terorisme di Kashmir yang semakin masif.
Secara umum jelas terlihat bahwa penyebab pecahnya kerusuhan dan kekerasan di Kashmir adalah akibat dari ketidakadilan otoritas pemerintahan serta pemasukan wilayah Kashmir kedalam India secara sepihak oleh pemerintah India. Dua hal inilah yang secara jelas terlihat menjadi faktor pemicu ketidakpuasan masyarakat Kashmir dan meningkatnya terorisme di Kashmir sampai sekarang.
Namun faktor-faktor pemicu diatas bukan secara alamiah sudah ada. Terdapat dasar – dasar perbedaan yang cukup besar antara Kashmir dan India Yang akan terus memelihara konflik di Kashmir meski kedua faktor diatas telah berhasil diatasi. Sehingga akar konflik dan aksi teror yang perlu diurai dan dijelaskan sebenarnya bukan pada bagaiamana diskriminasi itu terjadi dan mengapa referendum untuk rakyat Kashmir tidak dilakukan tapi pada mengapa kedua hal tersebut terjadi dan mengapa masyarakat Kashmir ingin merdeka serta faktor sosial apa saja yang berkembang dimasyarakat saat itu.
Sehingga untuk menjelaskan fenomena perkembangan terorisme di Kashmir perlu diuraikan terlebih dahulu dasar – dasar masalah yang menyebabkan munculnya perselisihan, konflik, perseteruan dan akhirnya konflik di masyarakat itu sendiri.
2.3.1. Etnis
Masyarakat Kashmir secara turun temurun percaya bahwa mereka berbeda dengan etnis-etnis lain yang ada di India ataupun Pakistan. Dalam sejarahnya, Kashmir sebelum dikuasai oleh Dinasti Mughal merupakan daerah yang independen dan tidak tergabung dalam wilayah kekuasaan manapun. Wilayah Kashmir waktu itu dikuasai oleh masyarakat Kashmir itu sendiri dengan pemimimpin dari anggota masyarakat Kashmir juga.
Sejak dikuasai dinasti Mughal sampai sekarang pemegang kekuasaan di wilayah Kashmir dipegang oleh orang-orang dari dinasti Mughal,Hindu Dogra, dan pemerintahan kolonial inggris, serta sekarang dipegang oleh orang India. Selama berabad-abad wilayah Kashmir dikuasai dan diatur oleh orang-orang dari luar Kashmir.
Wilayah Kashmir yang berada di utara India membuat wilayah ini terisolasi selama berabad abad. Tidak ada interaksi keluar dengan bangsa lain kecuali sesudah kedatangan dinasti Mughal.Hal ini membuat Kashmir memiliki sejarah perkembangan kebudayaanya sendiri. Masyarakat Kashmir menganggap wilayah Kashmir mencakup Jammu dan Azad Kashmir. Bahkan dalam perjalanan sejarah masyarakat Kashmir tidak ada yang melakukan kawin campur dengan orang dari masyarakat lain.
Situasi terisolasi ini menimbulkan perbedaan besar antara masyarakat Kashmir dan orang-orang India lainya. Masyarakat Kashmir yang sekarang memiliki kesadaran bahwa mereka memiliki identitas berbeda dengan etnis-etnis lain yang ada di India (Kashmir particularism). Warga Kashmir sering menyebut diri Kashmiriyat demi menunjukan identitas mereka. Bahkan ada istilah yang dipakai masyarakat Kashmir untuk mengekspresikan identitas wilayah mereka yakni sons of the soil, yang artinya seluruh keturunan Kashmir berhak atas wilayah Kashmir, Jammu, dan Azad Kashmir sebagai historic homeland dari seluruh keturunan Kashmir.
Masyarakat Kashmir juga dalam tradisi keagaman dan upacara-upacara adat lainya memiliki cirri khas tersendiri. Ciri khas ini terus dipertahankan sampai sekarang dan terus dijaga keaslianya.
Kesadaran ini menumbuhkan batas-batas antara orang Kashmir dan bukan. Masyarakat Kashmir mengangap mereka berada dalam satu etnis yang berbeda dan berhak atas tanah kelahiran mereka.Hal ini kemudian melahirkan nilai-nilai, kebiasaan-kebiasaan, dan dan pranata sosial yang khas dari rakyat Kashmir yang kemudian mereka jadikan identitas dan terus mereka pertahankan sampai sekarang. Dan akhirnya membangun klaim terhadap wilayah Kashmir, yakni Kashmir, Jammu dan Azad Kashmir sebagai punya mereka dan harus dipagari dari orang-orang non Kashmiriyat (Kashmir for Kashmirian).
Kenyataan ini semakin menumbuhkan batas-batas antara orang Kashmir dan bukan. Ditambah lagi keinginan untuk memagari Kashmir demi menjaga keutuhan masyarakat Kashmir semakin memperkokoh tembok pemisah antara etnis Kashmir dan bukan Kashmir. Primordialisme yang tinggi dari masyarakat Kashmir menumbuhkan sebuah rasa kebersamaan yang terus mereka bangun demi menjaga kelangsungan etnis mereka. Yang berbanding balik dengan yang mereka lakukan kepada orang-orang bukan keturunan Kashmir yang tinggal di Kashmir.
Akhirnya kesadaran akan kekitaan ini bertumbuh menjadi semacam nasionalme etnik dalam masyarakat Kashmir dan menginginkan kemerdekaan bagi etnis mereka.Ditambah lagi kenyataan bahwa selama berabad-abad otoritas tertinggi di Kashmir tidak pernah lagi ada di tangan orang Kashmir semakin membakar semangat orang Kashmir untuk lepas dari India dan menjadi sebuah negara yang Independen. Yang jelas kemerdekaan mereka tidak akan dengan mudah diberikan oleh India.
2.3.2. Bahasa
Dalam kehidupan bermasyarakatnya, masyarakat Kashmir memiliki bahasanya sendiri. Berbeda dengan mayoritas orang India yang menggunakan bahasa Hindi, orang Kashmir menggunakan bahasa Kashmiri. Kashmiri adalah bahasa yang digunakan oleh orang Kashmir sendiri dan hanya di wilayah Kashmir dan terus digunakan sampai sekarang.
Meski mayoritas masyarakat muslim India utara menggunakan bahasa Urdu, untuk membedakan diri dari orang Hindu India, masyarakat muslim Kashmir tetap menggunakan bahasa Kashmiri. Penyeragaman bahasa Hindi sebagai bahasa nasional India dianggab sebagai Hindunisasi India. Sehingga masyarakat Muslim India menggunakan bahasa mereka sendiri.
Penggunaan bahasa ini semakin memperjelas perbedaan antara masyarakat di India. Meski bahasa nasional India adalah Hindi, orang Kashmir dan kaum Muslim India tetap menggunakan bahasa mereka. Serta meski Kashmir mayoritas Muslim, masyarakatnya tetap menggunakan bahasa Kashmiri bukan bahasa Muslim India yaitu Urdu.
Akibatnya, meski Kashmir merupakan negara bagian India yang mayoritas penduduknya muslim, terjadi perbedaan antara kaum muslim India secara keseluruhan dengan muslim Kashmir. Dengan pengunaan bahasa mereka sendiri Kashmiri, orang Kashmir membedakan diri dengan orang – orang Hindu India, dan orang-orang muslim India.
Dengan adanya penggunaan bahasa yang berbeda ini tentu saja secara tidak langsung merusak hubungan sosial dan menumbuhkan sentimen - sentimen antara kelompok Kashmir, Hindu, dan muslim India.Penggunaan bahasa masing-masing tentu saja karena kelompok tersebut ingin membedakan diri dan tidak mau dianggap sama dengan kelompok-kelompok lain.
Pada akhirnya Bahasa menjadi faktor pendukung nasionalisme masyarakat Kashmir yang hendak merdeka. Setelah secara etnis berbeda dengan etnis-etnis di India, sekarang dengan bahasanya semakin mempertinggi tembok pemisah antara masyarakat Kashmir dan bukan masyarakat Kashmir.Tidak hanya itu sentimen – sentimen sosial pun muncul di masyrakat dengan potensi konflik dan akhirnya perselisihan serta kekerasan sangat besar.
Sehingga dewasa ini Bahasa menjadi faktor penting yang menjadi pembeda dalam masyarakat India. Perbedaan ini kemudian berkembang menjadi sentimen-sentimen antar kelompok akibatnya muncul perpecahan dalam masyarakat, konflik dan tidak jarang sampai pada aksi-aksi kekerasan yang melahirkan kelompok-kelompok terorisme baru.
2.3.3. Agama
India merupakan negara besar dengan mayoritas penduduknya menganut agama Hindu. Sekitar 1.1 miliyar penduduk India 15% diantaranya memeluk Islam. Kashmir merupakan negara bagian India dengan penduduk beragama islam terbanyak di India.
Dinasti Mughal yang masuk di Kashmir membuat mayoritas masyarakatnya memeluk Islam.Islam bercampur dengan kebudayaa masyarakat Kashmir dan terus berkembang sampai saat ini. Tradisi islam di Kashmir sangat kuat berbeda dengan di daerah-daerah lain. Karena penduduknya mayoritas muslim, Kashmir pun ikut menjadi wilayah dengan identitas islam.
Dalam tradisi keagamaan masyarakat Kashmir jauh lebih menonjol dari pada para pemeluk islam India. Muslim Kashmir lebih sungguh-sungguh dalam mempraktekan syariat dan lebih ketat dalam menjaga kemurnian praktek-praktek keagamaan sehari-hari.Islam di Kashmir tidak banyak mengalami kemunduran meski silih berganti diperintah non muslim, masyarakat Kashmir mampu mempertahankan orijinalitas ajaranya.
Pada tahap tertentu Islam sudah membaur dalam masyarakat Kashmir dan menyatu dengan kebudayaan masyarakat Kashmir. Dalam tradisi-tradisi dan upacara-upacara keagamaan bahasa Kashmiri dipakai sebagai bahasa pengantar selain bahasa arab. Penggunaan Kashmiri dalam acara-acara keagamaan menyebabkan bahasa ini identik dengan muslim Kashmir. Agama menjadi medium bagi penyebaran bahasa kashmiria dan tradisi ini terus diturunkan kepada anak cucu mereka.
Berbeda dengan islam di Kashmir yang berkembang sejak dinasti Mughal, Hindu di India telah lama ada. Agama hindu di India telah menjadi identitas nasional karena mayoritas penduduknya menganut Hindu. Selain menjadi agama, Hindu juga telah menyatu dengan kebudayaan orang India, bahkan telah menjadi budaya orang India itu sendiri.Akibatnya kelangsungan Hindu terus dipertahankan dan tradisi-tradisinya terus dilestarikan masyarakat India tanpa mengalami kesulitan apapun.
Ada juga agama Sikh (gabungan Hindu dan Islam), Jain dan Budha yang tersebar di seluruh wilyah India dengan kebudayaan dan penyebaranya masing-masing. Dengan mayoritas pemeluk Sikh ada di Punjab dan Jain dan Budha tersebar di seluruh India.
Hindu dan Islam memiliki nilai-nilai yang jelas berbeda. Hindu percaya pada politeisme dan hirarki sedangkan Islam percaya pada monoteisme dan egaliterisme. Bagi hindu simbol-simbol utama adalah kitab suci, berhala, kuil, Brahim (sendi utama hirarki kasta), dan sapi. Brahim dan lebih-lebih lagi sapi adalah bendera tradisional Hindu. Bagi muslim simbol-simbol utama adalah qur’an, Nabi, dan barang-barang peninggalanya,masjid, pusara orang suci, dan lebih umum makam, tulisan arab, dan teori supermasi hukum islam.
Yang dalam perjalanan sejarah konflik Kashmir, kelompok-kelompok dengan fanatisme serta militansi tinggi terhadap agama inilah yang menjadi cikal bakal dari kelompok-kelompok teroris yang ada sekarang.
Ketiga faktor diataslah yang menjadi akar permasalahan dan konflik selama ini di Kashmir. Adanya perbedaan mendasar dari segi Etnis,Bahasa,dan Agama inilah yang mendorong timbulnya perpecahan. Sudah jelas bahwa ada perbedaan yang sangat esensial antara India dan Kashmir sehingga tidak mungkin disatukan dalam sebuah negara. Meski sudah berhasil disatukan dalam satu atap negara Indi sentimen-sentimen dan konflik akan terus berkembang di bawah tanah antara penduduk Kashmir dan non Kashmir, tinggal menunggu di picu oleh faktor-faktor lain dan bentrokan akan kembali terjadi. Sehingga untuk memahami koflik dan terorisme di Kashmir secara lebih komperhensif perlu diuraikan faktor-faktor pemicu utama yang menyebabkan konflik, bentrokan , kerusuhan dan munculnya kelompok-kelompok terorisme.
2.4. Faktor Pemicu Konflik dan Terorisme di Kashmir
Sudah ada tiga faktor yang menjadi akar dari konflik dan kekerasan di Kashmir. Ketiga faktor tersebut terus berkembang di masyarakat India terlebih Kashmir sampai saat ini. Muncul jurang pemisah yang secara tidak langsung memisahkan masyarakat Kashmir dengan masyarakat India lainya. Baik yang rasa perbedaan yang dibangun oleh penduduk Kashmir sendiri ataupun yang diciptakan oleh orang-orang India di luar Kashmir termasuk pemerintah. Sehingga Kashmir dewasa ini jelas sangat rentan dengan konflik.
Konflik terjadi saat ketiga faktor utama di atas di tiup kepermukaan. Saat sentiment Agama,Etnis, dan Bahasa di angkat kepermukaan jelas bentrokan tidak bisa dihindari lagi. Tapi yang menjadi pertanyaan dengan apa dan bagaimana sentimen – sentimen di angkat kepermukaan dan dibakar menjadi konflik sosial, bahkan sengaja dibuat untuk merusak kehidupan sosial yang ada yang selama ini memang telah rentan.
2.4.1. Sejarah
Sejarah perjalanan rakyat Kashmir adalah sejarah penindasan dan penjajahan. Baik dari era kekuasaan dinasti Mughal, Hindu Dogra, sampai Inggris, masyarakat Kashmir selalu dikuasai dan didiskriminasi. Bahkan pada era kekuasaan Maharaja Singh Kashmir secara sepihak diserahkan kepada India sebagai bagian integral dari negara India. Sejak era itu Kashmir tidak pernah lagi diperintah oleh orang Kashmir asli.
Selain sejarah penindasan ada juga sejarah diskriminasi agama. Peruntuhan masjid Babri di Ayodhya Uttar Padresh selatan Kashmir menyisakan kemarahan sampai sekarang. Bagaimana tidak dikomandoi pemerintah sendiri lewat partai nasonalis Hindu masjid bersejarah orang islam itu dirobohkan. Bahkan yang lebih menyedihkan lagi aktor-aktor dibalik kejadian itu tidak pernah ditindak oleh pemegang kekuasaan di India periode-periode selanjutnya.
Dan fakta sejarah yang paling memicu adanya pemberontakan dari rakyat Kashmir adalah hak referendum yang tidak diberikan oleh pemerintahan India. Kesepakatan Hari Singh selaku pemimpin Kashmir pada tahun 1947 dengan pemerintah India untuk membantu Kashmir dinilai salah. Kashmir tidak seharusnya membuat kesepakatan dengan pemerintahan India apa lagi sampai meratifikasi masuknya Kashmir sebagai wilayah integral India. Apalagi PBB telah mengeluarkan resolusi agar penduduk Kashmir haris diberikan hak untuk memilih sendiri nasib mereka. Yang hak hak tersebut diabaikan oleh pemerintah India dan tetap mempertahankan Kashmir.
Faktor-faktor di atas meski sudah berlalu sangat besar pengaruhnya hingga pada saat ini. Fakta sejarah ini jika diangkat ke permukaan banyak menimbulkan efek yang kuat dalam kehidupan masyarakat. Protes serta ketidakpuasan masa lalu ini pada era saat ini seringkali sengaja diangkat untuk membakar kembali semangat rakyat Kashmir untuk merdeka. Semangat inilah yang menjadi pemicu munculnya kelompok-kelompok teroris dan pemeronyak di Kashmir yang bergerak untuk mencari kemerdekaan bagi orang Kashmir.
2.4.2. Separatisme
Setelah mengalami perjalanan konflik yang panjang sejak bergabung dengan India telah terjadi perubahan-perubahan mendasar pada masyarakat di Kashmir. Sejak kemerdekaan mereka tidak diberikan oleh India pada tahun 1947 masyarakat Kashmir memulai usaha-usahanya untuk melepaskan diri dengan cara-cara mereka sendiri. Gerakan separatis ini tentu saja mendapat gempuran keras dari aparat keamanan India yang berbuah kekerasan dan kematian.
Perjuangan separatisme masyarakat Kashmir dewasa ini telah berbeda jauh dengan perjuangan mereka sebelum tahun abad ke-20.Konflik yang pecah sepanjang tahun 1990an telah menandai babak para perlawanan Kashmir untuk memisahkan diri dari India. Perlawanan pada dewasa ini lebih terorganisir dan lebih banyak melibatkan kelompok-kelompok perlawanan. Kali ini perlawanan disiapkan dengan rapih dan matang dengan keterlibatan kelompok-kelompok lain yang semakin banyak.
Dewasa ini perjuangan separatisme orang Kashmir lebih banyak diisi oleh anggota – anggota masyarakat yang lebih terdidik . Kali ini perlawanan melibatan seluruh masyarakat Kashmir dari kelas bawah, menengah, dan keatas. Selain itu masyarakat Kashmir telah memiliki kesadaran politik dan paham akan hak yang mereka tuntut.
Selain itu gerakan – gerakan separatisme yang muncul mulai diisi oleh generasi muda yang merasakan langsung dampak dari konflik berkepanjangan antara tahun 1990 sampai 2000. Hal ini membuat perlawanan jauh lebih militan dari perlawanan – perlawanan sebelumnya.
Serta yang paling menonjol adalah bentuk perlawawan dengan metode perjuangan yang lebih keras dan militan. Sasaran – sasaran juga semakin luas yang menargetkan fasilitas-fasilitas umum dan orang – orang non muslim. Dengan tuntutan yang semakin keras disuarakan yakni kemerdekaan dari wilayah India.Meski didalamnya masih terjadi perselisihan, apakah mau bergabung dengan Pakistan atau mendirikan negara Kashmir merdeka sendiri.
2.4.3. Hindunisasi India
Dari dulu sampai sekarang isu-isu hindunisasi masyarakat India terus bergema. Meski terdapat perbedaan yang berarti pada era sebelum tahun 2000 dan dewasa ini namun secara tujuan tetap tidak berubah.Proses hindunisasi ini sering disebut sebagai Nasionalisme India yang dijalankan oleh kelompok – kelompok Hindu fundamentalis. Sebelum tahun 2000 kampanye anti muslim dan penyerangan terhadap masyarakat muslim jelas terjadi. Bahkan pada periode ini pemerintah India tidak bisa berbuat banyak. Dewasa ini kampanye – kampanye sejenis masih terjadi namun bergerak di bawah tanah.
Adapun tujuan dari Hinduisasi India adalah yang pertama,adalah untuk menerapkan berbagai ajaran dan tradisi Hindu sebagai suatu dasar yang mutlak bagi eksistensi India. Masyarakat Hindu yang mayoritas tidak bisa terima haknya disamakan dengan masyarakat minoritas lainnya. Sehingga muncul du aide penting dalam gerakan ini yaitu Hindutva (Ethos Hindu) dan Hindurashtra (Bangsa Hindu).
Kedua, gerakan ini cenderung anti barat dan melancarkan serangan-serangan kepada pemimpin yang beritingkah kebarat-baratan. Kaum militant ini tidak ingin terjadi penyebaran agama Kristen di India oleh orang barat.
Ketiga, gerakan ini didasarkan pada sikap militerisme dan kekerasan seperti tercermin dalam slogan mereka yakni, Hindukan segala politik dan militerkan Hindu raya.
Hal ini tentu saja mendapat tantangan keras dari seluruh masyarakat non Hindu di India apalagi di Kashmir. Sebagai wilayah yang mayoritas muslim, orang Kashmir tentu saja tidak bisa menerima proses hindunisasi ini. Proses ini dianggap sebagai pelecehan bagi orang Kashmir dan pelanggaran terhadap hak – hak asasi mereka.
Kegiatan ini tentu saja menuai protes dari orang – orang Kashmir. Tidak hanya protes apabila proses ini kemudian dipaksakan tentu saja menimbulkan kemarahan masyarakat muslim Kashmir dan akhirnya menyebabkan bentrokan dengan kelompok – kelompok militan Hindu.
2.4.4. Letak Geografi
Dilihat dari letak geografis, wilayah Kashmir adalah salah satu wilayah yang paling rawan kekerasan di India. Kashmir berada di wilayah utara India yang disebut sebagai wilayah dengan pusat terorisme. Wilayah ini adalah Wilayah Punjab dan Uttar Pradesh serta Jammu dan Kashmir. Selain berada diwilayah dengan pusat terorisme di India, Kashmir juga berbatasan langsung dengan Pakistan yang notabene merupakan musuh dari India dan tidak jarang mengalami konflik bahkan perang terbuka.
Di wilayah Punjab bermukim mayoritas masyarakat Sikh di India. Punjab dianggap sebagai daerah milik orang-orang Sikh. Sama seperti Kashmir, masyarakat di Punjab juga menginginkan adanya negara sendiri yakni negara Punjab sebagai negara dari orang-orang Sikh. Hal ini mengakibatkan perselisihan dan aksi – aksi kekerasan terjadi juga di wilayah Punjab dan Uttar Pradesh ( tempat masjid Babri) antara orang – orang Sikh dengan aparat keamanan India.
Kondisi di Punjab sangat besar pengaruhnya bagi masyarakat Kashmir. Orang Kashmir semakin giat menuntut kemerdekaannya apabila terjadi kekacauan di Punjab. Hal ini dilakukan dengan asumsi bahwa akan semakin memperkeruh keadaan dan memudahkan para kelompok – kelompok militant Kashmir menyerang aparat – aparat India yang sibuk mengatasi konflik diPunjab.Dengan dua wilayah yang ingin merdeka tentu saja akan sulit bagi pemerintah India untuk mengatasinya membuat penduduk Kashmir semakin giat memperjuangkan kemerdekaanya.
Selain di Punjab, kondisi di perbatasan India dan Pakistan juga sangat mempengaruhi gerakan-gerakan separatisme di Kashmir. Pakistan yang jelas – jelas mendukung Kashmir untuk merdeka dan bergabung dengan Pakistan membuat wilayah perbatasan rawan akan konflik. Isu – isu pengiriman tentara dari Pakistan untuk membantu rakyat Kashmir membuat pemerintah India semakin sibuk menjaga perbatasan.
Fakta bahwa sepanjang sejarah India dan Pakistan sudah 3 kali terlibat perang terbuka membuat wilayah perbatasan kedua negara ini sangat sensitf. Sedikit saja terjadi pergerakan dari tentara masing-masing negara segera di respon oleh negara lain dan tidak jarang direspon langsung dengan kontak senjata. Wilayah Kashmir yang mencakup perbatasan dengan Pakistan juga sangat rawan menjadi korban dari peperangan di perbatasan.
Sehingga dengan Kashmir berada diantara dua wilayah rawan konflik semakin memperkeruh suasana. Di selatan ada Punjab dan Uttar Pradesh dan di utara ada Pakistan. Konflik yang terjadi di Punjab bisa dengan cepat menjadi konflik di Kashmir serta bisa dengan cepat membuat tegang perbatasan India – Pakistan di Kashmir. Sehingga ada soal kerusuhan dan terror sedikit saja bisa menjadikan wilayah Kashmir sebagai medan pertempuran demi mencapai tujuan – tujuan kelompok teroris yang ada.
Dengan meningkatnya isu – isu diatas dapat dengan segera memicu konlik yang sudah mengakar lama pada masyarakat Kashmir. Perbedaan yang kian jelas semakin memperdalam jurang pembatas antara masyarakat di Kashmir dan di luar Kashmir. Ditambah diskriminasi oleh pemerintahan India semakin memperkeruh permasalahan. Apalagi jika fakta sejarah diangkat kembali bisa semakin membakar semangat separatisme orang Kashmir.
Selain itu semakin tingginya kesadaran orang-orang Kashmir akan hak – hak politiknya membuat kelompok – kelompok perlawanan baru muncul. Membawa panji separatisme kelompok – kelompok ini berubah menjadi kelompok teroris dengan anggota yang intelektual serta generasi muda yang militant dan berbahaya. Sehingga sedikit saja isu separatisme ini dilontarkan kepermukaan berarti bentrok antara aparat keamanan India dan kelompok – kelompok teroris tidak bisa dihindarkan.
Ditambah lagi munculnya kelompok – kelompok militan Hindu yang membawa panji Hindunisasi India membuat situasi Kashmir sebagai wilayah mayoritas Islam semakin membara. Tejadi sedikit saja kontak antara kelompok militan Hindu dengan kelompok separatisme Kashmir berarti perang. Yang kemudian bisa dengan mudah memicu kekacauan diseluruh wilayah India utara seperti yang terjadi pada kerusuhan tahun 1992di Ayodhya. Serta memberi kesempatan kepada Pakistan untuk memberikan bantuan senjata dan moril kepada kelompok separatisme Kashmir sudah cukup untuk menyulut api peperangan dan aksi terror yang berkepanjangan di Kashmir.
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Pengintegrasian wilayah Kashmir kedalam wilayah negara India adalah satu hal yang membawa beban sejarah yang sangat berat. Sampai dewasa ini beban sejarah ini belum bisa dibuang dan terus mengikuti perkembangan dan terus memlihara konflik di Kashmir. Terdapat perbedaan yang sangat mendasar antara masyarakat India umunya dan masyarakat Kashmir. Hal inilah yang menjadi akar konflik sepanjang sejarah Kashmir sampai sekarang yang sering dipicu oleh berbagai hal.
Mulai dari perbedaan etnis antara etnis Kashmir dan etnis- etnis lain di India telah memunculkan tembok pemisah yang tinggi. Perbedaan ini sengaja dijaga untuk memertahankan identitas orang Kashmir sebagai etnis yang berbeda.
Bahasa juga menjadi kendala besar dalam membangun keselarasan di Kashmir. Adanya perbedaan bahasa dengan mayoritas orang India menempatkan Kashmir sebagai kelompok yang berbeda dari kelompok – kelompok masyarakat di India. Pembedaan ini mengakibatkan munculnya keretakan dalam hubungan sosial orang Kashmir dan bukan orang Kashmir yang bermuara pada konflik laten dan bisa dipicuh menjadi kekerasan kapan saja.
Adapun agama menjadi salah satu akar permasalahan, konflik dan terorisme yang berkembang di Kashmir. Kashmir yang berada pada negara dengan mayoritas penduduknya Hindu tentu saja merasakan diskriminasi.Apalagi di wilayah Kashmir, masyarakat mayoritasnya adalah pemeluk Islam membuat masyarakat Kashmir tidak bisa menerima diskriminasi – diskriminasi keagamaan yang dilakuakan oleh pemerintah India. Apalagi nilai-nilai Islam dan Hindu sangat bertolak belakang membuat batas antara orang – orang muslim Kashmir dan orang – orang Hindu India. Hal ini semakin memperjelas perbedaan antara orang Kashmir dan bukan Kashmir sekaligus menjadi akar konflik yang setiap saat bisa dipicu dan mengakibatkan kerusuhan.
Faktor pemicu ini biasa datang dari pengalaman sejarah yang kelam oleh masyarakat Kashmir. Sejarah diskriminasi rakyat mereka selama bertahun – tahun serta aneksasi wilayah mereka oleh India menjadi faktor penyebab utamanya minculnya gerakan – gerakan terorisme baru. Hal ini terjadi karena kemarahan dan kebencian akan kenjadian akan masa lalu yang terus dipelihara ingatannya sampai sekarang oleh masyarakat Kashmir.
Tidak hanya itu, terus berlanjutnya diskriminasi dan marginalisasi penduduk Kashmir di India menumbuhkan rasa nasionalisme dari orang – orang Kashmir. Ketidakadilan yang terjadi menumbuhkan rasa ketidakpuasan yang akhirnya berujung pada keinginan untuk memisahkan diri.Kemunculan gerakan – gerakan sepratisme inilah yang mendapat respon dari pihak aparat keamanan India dan akhrinya menyebabkan bentrokan diantara kedua pihak.
Faktor pemicu selanjutnya adalah program Hindunisasi India. Hal ini jelas memicu protes keras dari seluruh mayarakat non muslim di India apalagi di Kashmir. Usaha – usaha kelompok militan Hindu ini jelas menjadi bara yang membakar konflik antara Hindu dan Islam yang pada akhirnya berujung pada perseisihan dan kerusuhan.
Yang terakhir adalah faktor geografis. Letak geografis Kashmir yang berada di utara India semakin membuat rawan daerah ini. Wilayah India utara adalah wialayah di mana kelompok terorisme paling banyak tersebar. Bahkan terdapat kelompok separatis lain di wilayah selatan Kashmir yakni Punjab yang menginginkan kemerdekaan juga. Sedangkan di uatara Kashmir adalah wilayah perbatasan dengan Pakistan yang sampai sekarang masih tegang. Sehingga terjadi konflik sekecil apapun di wilayah utara India dapat berakibat pada stabilitas Kashmir serta dapat menganggu keamanan Kashmir.
Sehingga perlu dipahami bahwa memang ada beberapa masalah yang memang menjadi akar konflik dan terorisme di Kashmir. Namun konflik terbuka tidak akan terjadi jika tidak dipicu oleh isu-isu dan masalah – maslah mendasar lainya. Sehingga perlu dibedakan mana yag menjadi akar konflik dan mana yang menjadi faktor – faktor pemicum konflik.
3.2. Saran
Melihat kasus kekerasan yang telah menelan puluhan ribu korban jiwa di Kashmir sangatlah menyedihkan. Kegagalan pemerintah India mengakomodir kebutuhan masyarakat Kashmir serta faktor – faktor perbedaan agama, Etnis, dan Ras membuat sulit terjalin persatuan dalam kesatauan negara India. Selain karena terdapat perbedaan yang sangat mendasar dari sendi – sendi kehidupan sosial masyarakat Kashmir dan masyarakat India umumnya, ternyata permusuhan itu sendiri terus dipelihara dengan asas fanatisme masing – masing kelompok.
Dengan kasus yang sedemikian kompleks ini perlu adanya perubahan sikap dari kedua belah pihak baik pemerintah India dan masyarakat Kashmir jika ingin masalah ini terselesaikan. Sebagai pemegang otoritas, pemerintah India sudah seharusnya bersikap adil terhadap seluruh penduduknya tanpa mebeda-bedakan. Dalam hal ini pemerintah harus mampu menyediakan hak – hak dasar yang telah lama hilang dari masyarakat Kashmir. Hak politik, kebebasan ekonomi dan aspek – aspek kehidupan lainya perlu dibuka bagi rakyat Kashmir.Kemudian menghentikan tindakan – tindakan represif aparat keamananya yang dapat melanggar asas – asas hak asasi manusia. Bila terlaksana, jelas rakyat Kashmir perlu membayar kewajibanya kepada India. Dengan bersikap terbuka serta meruntuhkan batas – batas primordialisme etnis, bahasa, dan teritorial dan mulai berlaku, berbangsa dan bernegara sebagai kesatauan negara India.
Namun jika pemerintah India tidak mampu menyediakan segala kewajibanya sebagai negara yang baik sudah sepatutnyalah mendapat balasan yang setimpal dari masyarakat Kashmir. Adalah lebih baik melepasan Kashmir sebagai negara independen sendiri. Hanya dengan cara ini konflik ini bisa terselesaikan. Beban sejarah yang dipikul pemerintah India dengan masyarakat Kashmir sangat kelam. Sehingga saat India tidak mampu menjadi pemerintah yang adil dan baik sudah sepantasnyalah Kashmir menuntut kemerdekaan mereka yang dengan cara apapun harus didapatkan.
DAFTAR PUSTAKA
Adjie, Suradji.2006. Terorisme. Grafindo, Jakarta.
Anwar Fortuna, Dewi, Bouvier, Helene, Smith, Tol, Roger.2005. Konflik kekerasan internal . Yayasan Obor Indonesia.Jakarta.
Goenawan, Permadi.2003. Fantasi Terorisme. PT. Masscom Media, Semarang.
Mashad, Dhurorudin.1999. Agama Dalam Kemelut Politik Dilema Sekularisme Di India. Cidesindo,Jakarta.
Muladi.2002. Demokrasi HAM dan Reformasi Hukum di Indonesia. The Habibie Center, Jakarta.
Syahdatul, Khafi.2006. Terorisme Ditengah Arus Global Demokras., Jakarta.
Tambunan Bangun Martua Edwin Martua.2004. Nasionalisme Etnik Kashmir dan Quebec” Intra Pustaka Utama,Semarang.
Walter, Laqueur.2005. New Terrorism Fanatisme dan Senjata Pemusnah Massal. Kreasi Wacana,Yogyakarta.
“India”, dalam http://ms.wikipedia.org/wiki/India, di akses 7 Mei 2011.
“Kashmir, Surga Dunia Yang Membara”, dalam http://zonaislam.net/?p=3443, diakses 26 Maret 2011.
“Kashmir”, dalam http://id.wikipedia.org/wiki/Kashmir, diakses 26 Maret 2011.
“Jammu and Kashmir”, dalam http://www.jammukashmir.com/archives/archives2003/kashmir20030617d.html, di akses 28 Juli 2011.
“2 pelaku teroris”, dalam http://berita-politik-dunia.infogue.com/2_pelaku_teroris_di_mumbai_ditangkap, di akses tanggal 28 Juli.
“Tentara musyrik India”, dalam http://arrahmah.com/read/2010/12/27/10454-tentara-musyrik-india-di-balik-pemboman-terhadap-masjid-di-kashmir.html , di akses tanggal 28 Juli 2011.
“Terorisme”, dalam http://id/wikipedia.org/wiki/terorisme, di akses tanggal 14 Januari 2011.
“Indonesia di Peta Terorisme Global”, dalam http;//www.polarhome.com , 28 Juli 2011.
“PERKEMBANGAN DAN PENINGGALAN DINASTI MOGHUL DI INDIA 1525-1857”, di unduh tanggal 25 November 2011 dari staff.uny.ac.id/
Teroris LeT ( Laskhar-e-Toiba) Membunuh 22 Orang Hindu di Kashmir, dalam http://islamnews.netne.net/?q=content/teroris-let-laskhar-e-toiba-membunuh-22-orang-hindu-di-kashmir di unduh tanggal 25 November 2011
“Bentrokan di Kashmir Tewaskan 5 Militan”, dalam http://www.voanews.com/indonesian/news/war/5-Militan-Tewas-di-Kashmir-128145758.html di unduh tanggal 25 November 2011
“Pakistan: Pasukan India Tewaskan 3 Tentara Pakistan di Kashmir”, dalam http://www.voanews.com/indonesian/news/Pakistan-Pasukan-India-Tewaskan-3-Tentara-Pakistan-di-Kashmir-128892403.html di unduh tanggal 25 November
“India - Terrorist, insurgent and extremist groups”, dalam http://www.satp.org/satporgtp/countries/india/database/OR_9-11_majorterroristattacks.htm, di unduh tanggal 1 Desember 2011
“Konflik Ayodhya, India Mencekam” , dalam http://harianjoglosemar.com/berita/konflik-ayodhya-india-mencekam-25825.html, di unduh tanggal 3 Desember 2011
Dhurorudin Mashad, Agama Dalam Kemelut Politik Dilema Sekularisme Di India, Cidesindo,Jakarta,1999, hal 11-13
“Musim Bunga Berdarah di Perbatasan”, dalam http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/1999/06/07/LN/mbm.19990607.LN95213.id.html di unduh tanggal 3 Desember 2011
Komentar
Posting Komentar