Langsung ke konten utama

Sepi

relung jiwa itu tidak kenal lagi siapa
berteman aku saban harinya



lama tidak ada salam yang sampai
menembus dasar palung dan bertamu

semua pintu ia buka lebar
dengan harap sesuatu terdampar



relung jiwa itu tidak kenal lagi siapa
berteman aku saban harinya



pada diriku dia mengadu
mencibir dan meragukanku

berharap nanti aku marah
dan lantas menantang Tuhan



relung jiwa itu tidak kenal lagi siapa
berteman aku saban harinya



gentar aku menyalahkan sang khalik
tapi sengsara batin di caci tiap sepi

dia melantunkan syair tiap malam
menusuk dan mengoyak-ngoyak aku



relung jiwa itu tidak kenal lagi siapa
berteman aku saban harinya



sekarang akan aku tutup semua jalan ke jiwa itu
dan menobatkan aku sebagai teman hidup satu-satunya

karena tidak mungkin aku sesumbar dengan penciptaku
yang telah menempatkan jiwa itu dalam aku

Komentar