relung jiwa itu tidak kenal lagi siapa
berteman aku saban harinya
lama tidak ada salam yang sampai
menembus dasar palung dan bertamu
semua pintu ia buka lebar
dengan harap sesuatu terdampar
relung jiwa itu tidak kenal lagi siapa
berteman aku saban harinya
pada diriku dia mengadu
mencibir dan meragukanku
berharap nanti aku marah
dan lantas menantang Tuhan
relung jiwa itu tidak kenal lagi siapa
berteman aku saban harinya
gentar aku menyalahkan sang khalik
tapi sengsara batin di caci tiap sepi
dia melantunkan syair tiap malam
menusuk dan mengoyak-ngoyak aku
relung jiwa itu tidak kenal lagi siapa
berteman aku saban harinya
sekarang akan aku tutup semua jalan ke jiwa itu
dan menobatkan aku sebagai teman hidup satu-satunya
karena tidak mungkin aku sesumbar dengan penciptaku
yang telah menempatkan jiwa itu dalam aku
berteman aku saban harinya
lama tidak ada salam yang sampai
menembus dasar palung dan bertamu
semua pintu ia buka lebar
dengan harap sesuatu terdampar
relung jiwa itu tidak kenal lagi siapa
berteman aku saban harinya
pada diriku dia mengadu
mencibir dan meragukanku
berharap nanti aku marah
dan lantas menantang Tuhan
relung jiwa itu tidak kenal lagi siapa
berteman aku saban harinya
gentar aku menyalahkan sang khalik
tapi sengsara batin di caci tiap sepi
dia melantunkan syair tiap malam
menusuk dan mengoyak-ngoyak aku
relung jiwa itu tidak kenal lagi siapa
berteman aku saban harinya
sekarang akan aku tutup semua jalan ke jiwa itu
dan menobatkan aku sebagai teman hidup satu-satunya
karena tidak mungkin aku sesumbar dengan penciptaku
yang telah menempatkan jiwa itu dalam aku
Komentar
Posting Komentar